PURWODADI, PERHUTANI (19/08/2026) | Perum Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Pojok melaksanakan kegiatan selamatan atau syukuran dalam rangka pembersihan lahan rencana tanaman tahun 2026 di petak 41B-2 seluas 1,7 hektare, RPH Karanggetas, BKPH Pojok, Senin (18/08).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dusun Sedah Susilo bersama segenap penggarap lahan. Selamatan dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan pembersihan lahan, persiapan hingga pelaksanaan tanaman dapat berjalan dengan aman, lancar dan selamat serta memberikan hasil yang baik bagi masyarakat dan Perhutani.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat bersama jajaran Perhutani juga melaksanakan bancaan atau kenduri sederhana sebagai wujud syukur dan ikhtiar bersama. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak dalam kegiatan yang menjadi sarana mempererat komunikasi antara Perhutani dengan masyarakat desa sekitar hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang Riantono, menyampaikan bahwa kegiatan selamatan merupakan bentuk rasa syukur sekaligus sarana untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat penggarap dalam mendukung keberhasilan kegiatan tanaman.
“Selamatan ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar kegiatan pembersihan lahan dan persiapan tanaman di petak 41B-2 dapat berjalan dengan aman, lancar dan selamat. Kami berharap tanaman yang nantinya dilaksanakan dapat tumbuh dengan baik, hasilnya meningkat dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun Perhutani,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan hutan tidak hanya bergantung pada kegiatan teknis penanaman, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh pihak, khususnya masyarakat sekitar hutan. Karena itu, para penggarap diharapkan ikut menjaga tanaman, mencegah gangguan keamanan hutan serta turut melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Kelestarian hutan menjadi tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh penggarap untuk menjaga tanaman sejak awal, tidak melakukan pembakaran dalam membersihkan lahan, serta ikut mengawasi kawasan hutan agar terhindar dari kebakaran maupun gangguan lainnya. Dengan kebersamaan, hutan dapat tetap lestari dan memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sedah, Susilo, menyambut baik kegiatan selamatan yang dilaksanakan bersama jajaran Perhutani dan para penggarap. Menurutnya, kegiatan bancaan tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga mempererat hubungan dan komunikasi antara masyarakat dengan Perhutani.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selamatan dan bancaan menjadi bentuk rasa syukur serta doa bersama agar pembersihan lahan sampai dengan penanaman nantinya berjalan lancar, tidak ada kendala dan hasil panennya bisa melimpah. Kami juga mengajak para penggarap untuk bersama-sama menjaga tanaman dan hutan agar tetap aman dan lestari,” ungkap Susilo.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa pemanfaatan kawasan hutan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestariannya. Masyarakat penggarap diharapkan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tetap memperhatikan aturan pengelolaan hutan, menjaga tanaman pokok, mencegah kebakaran serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan hutan.
Dengan adanya sinergi antara Perhutani, pemerintah desa dan masyarakat penggarap, diharapkan kegiatan pembersihan dan persiapan tanaman di petak 41B-2 seluas 1,7 hektare dapat terlaksana secara optimal. Selain mendukung keberhasilan tanaman, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengesampingkan aspek kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan.
Editor : Diono
















Leave a Reply