PURWODADI, PERHUTANI (13/07/2026) |Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Karangasem melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang dirangkaikan dengan patroli keamanan hutan bersama pesanggem dan LMDH Wana Tirta di petak 14D seluas 13,50 hektare, yang merupakan lokasi rencana tanaman tahun 2027, pada Senin (13/07).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala BKPH Karangasem sebagai upaya memperkuat sinergi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan dalam menjaga keamanan kawasan, mendukung keberhasilan program tanaman tahun 2027, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau.
Komunikasi sosial dilakukan secara langsung dengan para pesanggem dan pengurus LMDH Wana Tirta untuk menyampaikan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Setelah kegiatan komsos, seluruh peserta melaksanakan patroli bersama menyusuri petak 14D guna memantau kondisi kawasan, memastikan tidak terdapat aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan hutan, serta mengidentifikasi titik-titik yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Selain memantau kondisi tegakan dan lingkungan sekitar, petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan, serta segera melaporkan kepada petugas Perhutani apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas yang mencurigakan. Langkah tersebut merupakan bentuk implementasi arahan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau melalui patroli preventif, komunikasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat sebagai mitra pelestarian hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan sarana efektif untuk membangun kesamaan persepsi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
“Kelestarian hutan tidak dapat diwujudkan hanya oleh Perhutani, tetapi memerlukan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, khususnya pesanggem dan LMDH yang setiap hari beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Melalui komunikasi sosial dan patroli bersama ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan hutan, mendukung keberhasilan rencana tanaman tahun 2027, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus menjadi prioritas karena menjaga hutan jauh lebih baik daripada melakukan penanggulangan setelah terjadi kebakaran,” ujar Sri Purwanto.
Ia menambahkan bahwa kegiatan patroli rutin akan terus dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan hutan, pencurian hasil hutan, perambahan kawasan, maupun potensi kebakaran selama musim kemarau. Perhutani juga terus memperkuat kolaborasi dengan LMDH, pemerintah desa, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan agar fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan tetap terjaga secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Wana Tirta, Dwi Raharto, menyatakan bahwa masyarakat siap mendukung seluruh program Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
“Kami menyadari bahwa hutan merupakan aset bersama yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami bersama para pesanggem siap membantu Perhutani menjaga keamanan kawasan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang dapat mengancam kelestarian hutan. Sinergi seperti ini perlu terus dipertahankan agar hutan tetap lestari dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,“ ungkap Dwi Raharto.
Melalui kegiatan komunikasi sosial dan patroli terpadu ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terbangun kesadaran bersama bahwa menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Dengan kolaborasi yang kuat antara Perhutani, LMDH, pesanggem, pemerintah desa, dan masyarakat sekitar hutan, kawasan hutan di wilayah BKPH Karangasem diharapkan tetap aman, produktif, terhindar dari gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan, serta mampu memberikan manfaat ekologis, ekonomi, dan sosial secara berkelanjutan.
Editor : Diono













Leave a Reply