Perhutani KPH Purwodadi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Antisipasi Gangguan Keamanan Hutan dan Karhutla di BKPH Sambirejo

PURWODADI, PERHUTANI (14/07/2026) | Perum Perhutani KPH Purwodadi terus memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan melalui kegiatan patroli terpadu keamanan hutan dan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (13/07) di wilayah hutan BKPH Sambirejo dengan melibatkan Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Babinsa Polsek Tawangharjo, Bhabinkamtibmas Koramil Tawangharjo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), masyarakat sekitar hutan, serta jajaran Perhutani yang dipimpin Kepala BKPH Sambirejo.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Patroli dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik rawan gangguan keamanan hutan dan lokasi yang memiliki potensi terjadinya kebakaran akibat aktivitas manusia maupun faktor alam.

Selain melakukan pengamanan kawasan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan, tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi titik api maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan kawasan hutan.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi komitmen Perhutani dalam mendukung arahan Kantor Divisi Regional Jawa Tengah agar seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Upaya pencegahan menjadi prioritas utama melalui penguatan patroli terpadu, deteksi dini, komunikasi sosial, serta pelibatan aktif masyarakat desa hutan sebagai mitra strategis dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan.

Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa sinergi antara Perhutani, aparat keamanan, pemerintah desa, LMDH, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan kondisi hutan yang aman, lestari, dan produktif.

“Keamanan hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui patroli terpadu ini kami ingin memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dari gangguan keamanan maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan harus menjadi prioritas karena hutan memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” ujar Susilo.

Ia menambahkan bahwa jajaran Perhutani terus mengoptimalkan patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan terhadap titik-titik rawan kebakaran sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keberlanjutan fungsi hutan.

Sementara itu, Perwira Pembina Jaga Wana Polres Grobogan, Aiptu Wahyu Setiawan, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan hutan maupun kebakaran hutan dan lahan.

“Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanggulangan. Oleh karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan, agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar atau meninggalkan api tanpa pengawasan. Apabila menemukan titik api maupun aktivitas mencurigakan di kawasan hutan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat. Sinergi antara Perhutani, TNI, Polri, LMDH, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga hutan tetap aman dan lestari,“ tegas Aiptu Wahyu Setiawan.

Melalui kegiatan patroli terpadu ini diharapkan tercipta kondisi kawasan hutan BKPH Sambirejo yang tetap aman dari gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan. Perhutani KPH Purwodadi juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kelestarian hutan sebagai warisan bangsa yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan sumber mata air, mencegah bencana, serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *