Perhutani KPH Purwodadi Sosialisasikan Pembuatan Lubang Tanam untuk Persiapan Tanaman 2026

PURWODADI, PERHUTANI (07/10/2026) |  Dalam rangka mempersiapkan kegiatan tanaman tahun 2026 sekaligus mendukung keberhasilan rehabilitasi dan kelestarian hutan, Perum Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Pojok melaksanakan Sosialisasi pembuatan lubang cemplong atau lubang tanam bersama pesanggem di petak 44 A1, RPH Karanggetas, BKPH Pojok, pada Senin (05/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan persiapan tanaman. Melalui sosialisasi ini, jajaran Perhutani memberikan pemahaman kepada pesanggem mengenai tata cara pembuatan lubang tanam yang sesuai dengan ketentuan teknis, tata waktu pelaksanaan, serta pentingnya menjaga kondisi lingkungan di sekitar areal hutan.

Sosialisasi dilakukan secara langsung di lapangan agar pesanggem dapat memahami teknis pembuatan lubang cemplong dengan baik. Lubang tanam dipersiapkan secara teratur sesuai rencana tanaman sehingga pada saat memasuki musim tanam, seluruh areal dapat ditanami secara optimal.

Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang Riantono menyampaikan bahwa pembuatan lubang cemplong merupakan salah satu tahapan awal yang sangat menentukan kesiapan areal untuk kegiatan tanaman tahun 2026.

“Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan bahwa pesanggem memahami tata cara pembuatan lubang cemplong yang benar, sesuai dengan ketentuan dan tata waktu yang telah ditetapkan. Persiapan yang dilakukan sejak awal diharapkan dapat mendukung keberhasilan tanaman tahun 2026,” ujarnya Bambang Riantono.

Menurutnya, keterlibatan pesanggem dalam setiap tahapan kegiatan tanaman merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dalam pengelolaan hutan. Selain memperhatikan aspek teknis, pesanggem juga diharapkan turut menjaga keamanan dan kebersihan kawasan hutan serta tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Pengelolaan hutan tidak hanya berbicara mengenai penanaman, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga keberadaan pesanggem sangat penting dalam mendukung keberhasilan tanaman sekaligus menjaga fungsi hutan agar tetap memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tambah Bambang Riantono.

Sementara itu, salah satu pesanggem petak 44 A1 Mugiyono menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh jajaran Perhutani BKPH Pojok. Menurutnya, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pesanggem mengenai tahapan persiapan tanaman.

“Kami mendapatkan arahan yang jelas mengenai pembuatan lubang tanam dan tata waktu pelaksanaannya. Kami siap mengikuti ketentuan yang diberikan Perhutani dan bersama-sama menjaga tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Kami juga akan ikut menjaga hutan supaya tetap lestari,” ungkapnya Mugiyono.

Mugiyono menambahkan bahwa persiapan lubang tanam yang dilakukan lebih awal akan memudahkan pesanggem dalam melaksanakan kegiatan tanaman ketika waktu penanaman tiba. Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Perhutani dan pesanggem, diharapkan seluruh tahapan dapat berjalan tertib dan sesuai rencana.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara jajaran Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan kesadaran bersama bahwa keberhasilan tanaman bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengamankan kawasan hutan.

Melalui persiapan yang matang, pelaksanaan sesuai tata waktu, serta dukungan pesanggem dalam pemeliharaan tanaman, Perhutani KPH Purwodadi terus berkomitmen mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sekaligus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat secara berkesinambungan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *