Perhutani KPH Purwodadi Sosialisasikan Pengkayaan Tanaman Keras dan Penghijauan Buah di RPH Prawoto

PURWODADI, PERHUTANI (14/09/2026) |  Dalam rangka memperkuat upaya pelestarian hutan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten melaksanakan kegiatan sosialisasi pengkayaan tanaman keras dan penghijauan dengan tanaman buah di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Prawoto, BKPH Penganten, bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sido Makmur, Sabtu (12/09).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Prawoto Ahmad Hyro Fachrus serta para pesanggem petak 8 RPH Prawoto. Sosialisasi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dan kesadaran bersama mengenai pentingnya pengkayaan tanaman di kawasan hutan, khususnya melalui penanaman tanaman keras dan tanaman buah yang dapat mendukung fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Purwodadi Tri Untoro Kurniawan melalui Kepala BKPH Penganten Heru Sutikno menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah konkret Perhutani dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kawasan hutan.

“Pengkayaan tanaman keras dan penghijauan dengan tanaman buah merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian hutan. Kami mengajak seluruh pesanggem dan masyarakat sekitar hutan untuk memahami bahwa keberadaan tanaman tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam menjaga kesuburan tanah, tata air, mencegah erosi serta mempertahankan keseimbangan ekosistem,” jelasnya Heru.

Heru menambahkan, melalui sosialisasi tersebut pihaknya memberikan pemahaman kepada pesanggem mengenai pentingnya memilih dan memelihara tanaman secara tepat, menjaga tanaman yang sudah ada serta melakukan penanaman secara berkelanjutan. Sinergi antara Perhutani, LMDH dan masyarakat dinilai sangat diperlukan agar kegiatan penghijauan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Keberhasilan menjaga hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan hutan yang lestari sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuh Heru.

Sementara itu, Kepala Desa Prawoto Ahmad Hyro Fachrus menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Perhutani. Menurutnya, pengkayaan tanaman keras dan penghijauan tanaman buah merupakan kegiatan positif yang perlu mendapat dukungan masyarakat karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami sangat mendukung program Perhutani dalam pengkayaan tanaman keras dan penghijauan tanaman buah. Kami berharap para pesanggem dapat mengikuti arahan yang diberikan serta ikut menjaga dan merawat tanaman dengan baik. Kelestarian hutan akan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga harus dijaga bersama,” ungkap Ahmad.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Perhutani BKPH Penganten juga mengajak para pesanggem untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mencegah berbagai potensi gangguan terhadap hutan, termasuk kerusakan tanaman dan kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi antara Perhutani dengan masyarakat desa hutan. Dengan adanya pemahaman yang sama, pengelolaan kawasan hutan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan tegakan, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui sinergi Perhutani, pemerintah desa, LMDH dan para pesanggem, kegiatan pengkayaan tanaman keras dan penghijauan tanaman buah di RPH Prawoto diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan hutan yang sehat dan lestari. Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang, sehingga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan dapat terus terjaga.

Editor :  Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *