TELAWA, BOYOLALI (23/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima kunjungan Tim Kementerian Pertahanan bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0724/Boyolali, Letkol Infanteri Gunawan Nurbatin, dalam rangka percepatan rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) pada Selasa (23/06). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi awal guna memastikan kesiapan lokasi pembangunan yang direncanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Rombongan Tim Kementerian Pertahanan yang dipimpin Marsekal Pertama (Marsma) TNI Taufik Hari Wicaksono didampingi Dandim 0724/Boyolali Letkol Infanteri Gunawan Nurbatin, Danramil Juwangi Widodo, Camat Juwangi Siswanto, Wakapolsek Juwangi Sutrisno, Kepala Desa Pilangrejo, serta perwakilan kontraktor PT Cahya Indo Nusantara, Hendra, beserta jajarannya. Kedatangan rombongan diterima oleh Administratur KPH Telawa, Titus Ariyanto, didampingi Wakil Administratur/KSKPH, Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, serta jajaran Kepala Sub Seksi di lokasi rencana pembangunan Yon TP di petak 7A Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ledok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Krobokan.
Dalam kesempatan tersebut, Administratur KPH Telawa, Titus Ariyanto, bersama rombongan melakukan peninjauan lapangan sekaligus koordinasi dan diskusi terkait kesiapan lokasi pembangunan. Ia menyampaikan bahwa Perhutani mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional dengan tetap memperhatikan aspek administrasi, kehati-hatian, dan kelestarian kawasan hutan.
“Perhutani KPH Telawa mendukung setiap program strategis nasional yang dilaksanakan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dengan tetap memperhatikan aspek pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan,” ujar Titus Ariyanto.
Sementara itu, Marsma TNI Taufik Hari Wicaksono menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan Yon TP yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
“Dalam sebuah negara yang ingin maju, sektor pertahanan harus diperkuat. Pembangunan Yon TP ini diharapkan dapat berjalan dengan baik sesuai perencanaan yang matang sehingga mampu mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan nasional,” jelas Taufik Hari Wicaksono.
Ia menambahkan bahwa sinergi dan komunikasi yang baik antara Kementerian Pertahanan, TNI, pemerintah daerah, dan Perhutani menjadi kunci utama dalam mendukung kelancaran setiap tahapan pembangunan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat antara TNI dan Perhutani sehingga percepatan pembangunan Yon TP dapat berjalan sesuai rencana. Selain mendukung kepentingan pertahanan negara, pembangunan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar. (TLW/W3P)
Editor: Diono
Copyright © 2026













Leave a Reply