BANYUMAS TIMUR (22/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur terus memperhatikan tahapan dalam kegiatan penyadapan getah pinus, Senin (21/09). Pemahaman terhadap setiap tahapan penyadapan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan sesuai kondisi pohon dan bidang sadap.
Di lapangan, sadapan baru dan pembaruan sadapan sering dianggap sebagai kegiatan yang sama karena sama-sama berkaitan dengan bidang sadap pada batang pohon. Padahal, keduanya memiliki konteks dan tahapan pekerjaan yang berbeda.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen, Kuswoyo, menjelaskan bahwa perbedaan tersebut penting dipahami karena berkaitan dengan kondisi bidang sadap.
“Sadapan baru merupakan tahap awal ketika bidang sadap mulai dibuat pada pohon yang belum memiliki bidang sadap. Sementara pembaruan sadapan dilakukan pada bidang yang sudah digunakan untuk melanjutkan kegiatan penyadapan sesuai tahapan yang berlaku. Keduanya membutuhkan perlakuan yang berbeda sesuai kondisi pohon,” ujarnya.
Pada sadapan baru, pekerjaan dimulai dengan menentukan bagian batang yang akan digunakan sebagai bidang sadap. Posisi dan kondisi pohon menjadi perhatian sejak awal. Bidang tersebut kemudian dipersiapkan agar dapat digunakan untuk menampung getah yang keluar setelah perlakuan penyadapan dilakukan.
Karena merupakan tahap awal, sadapan baru membutuhkan ketelitian dalam menentukan posisi dan perlakuan pada batang. Pekerjaan yang dilakukan sejak awal akan menjadi dasar bagi tahapan penyadapan berikutnya. Oleh karena itu, kondisi pohon dan bidang yang akan digunakan perlu diperhatikan agar kegiatan dapat berjalan secara teratur.
Berbeda dengan sadapan baru, pembaruan sadapan dilakukan pada bidang yang sebelumnya sudah digunakan. Penyadap perlu melihat kondisi bidang sadap yang telah berjalan dan menyesuaikan pembaruan dengan tahapan yang sedang dilakukan. Pembaruan dilakukan secara bertahap sehingga bidang sadap dapat terus digunakan sesuai pola yang telah ditentukan tanpa memberikan perlakuan berlebihan pada bagian batang yang sama.
Perbedaan tersebut juga membuat pemantauan lapangan menjadi penting. Petugas perlu mengetahui apakah suatu pohon sedang berada pada tahap awal penyadapan atau sudah masuk dalam tahapan pembaruan. Informasi tersebut membantu memastikan pekerjaan di lapangan tetap sesuai dengan kondisi masing-masing pohon.
Sementara itu, hasil penyadapan yang telah terkumpul terus bergerak menuju tahap penerimaan. Di Tempat Pengumpulan Getah (TPG) Kalirajut, sejumlah penyadap melakukan setoran getah dari kegiatan di lapangan. Tunjang menyetorkan dua kandi, Sarwan tiga kandi, Narko delapan kandi, Amad 18 omplong, dan Ditam tiga omplong umpang.
Setoran tersebut menunjukkan bahwa hasil penyadapan dari lapangan kemudian masuk ke dalam rangkaian penerimaan dan pencatatan produksi. Jumlah wadah dan hasil yang disetorkan dapat berbeda karena kondisi pohon, luas areal, jumlah pohon yang disadap, serta tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh masing-masing penyadap juga tidak selalu sama.
Penyadap, Tunjang, mengatakan bahwa kegiatan penyadapan perlu dilakukan secara rutin dan mengikuti kondisi bidang sadap.
“Kami mengikuti kondisi bidang yang sudah ada dan memperhatikan tahap pekerjaan yang sedang dilakukan. Setelah getah terkumpul, hasilnya kemudian disiapkan untuk disetorkan,” katanya.
Memahami perbedaan sadapan baru dan pembaruan sadapan membantu melihat bahwa kegiatan penyadapan tidak berlangsung dalam satu tahap saja. Ada proses awal ketika bidang sadap mulai digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pembaruan secara bertahap. Setiap tahapan memiliki tujuan dan perhatian teknis yang berbeda.
Perum Perhutani KPH Banyumas Timur terus mendorong kegiatan penyadapan yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi pohon dan perkembangan bidang sadap. Dengan membedakan setiap tahapan secara jelas, pekerjaan dapat dilakukan lebih terarah sekaligus membantu menjaga keberlanjutan tegakan. Melalui pengelolaan yang tertib, Perhutani terus Melangkah Bersama Merawat Hutan dan menjaga produksi getah secara berkelanjutan.(Byt/Mei)
Editor: Intan
Copyright © 2026













Leave a Reply