BANYUMAS TIMUR, (18/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur membagikan alat pelindung diri (APD) kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) Pati Geni sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, Jumat (18/09). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebasen dan dihadiri perwakilan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Banyumas.
Administratur KPH Banyumas Timur, Andrie Syailendra, mengatakan bahwa keberadaan MPA memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di sekitar kawasan hutan. Menurutnya, kesiapan personel perlu berjalan seiring dengan ketersediaan perlengkapan keselamatan.
“MPA merupakan bagian penting dalam upaya menjaga hutan. Ketika mereka terlibat dalam penanganan kebakaran, keselamatan personel harus menjadi perhatian. Pemberian APD ini diharapkan dapat membantu anggota MPA bekerja lebih aman dan siap ketika menghadapi kondisi di lapangan,” ujarnya.
APD yang diberikan meliputi helm pelindung, sarung tangan, sepatu pelindung atau safety boots, serta senter. Masing-masing perlengkapan memiliki fungsi untuk mendukung keselamatan personel selama menjalankan tugas di lapangan. Helm melindungi kepala dari benturan dan material yang jatuh, sarung tangan melindungi tangan saat melakukan pekerjaan, sedangkan sepatu pelindung membantu menjaga kaki dari benda tajam dan kondisi medan yang sulit.
Ketersediaan APD menjadi penting karena penanganan kebakaran tidak hanya membutuhkan kesiapan personel, tetapi juga perlindungan keselamatan. Kondisi lapangan dapat berubah dengan cepat akibat asap tebal, panas, angin, medan terjal, dan material mudah terbakar yang dapat meningkatkan risiko bagi personel. Oleh karena itu, perlengkapan keselamatan menjadi kebutuhan dasar dalam setiap kegiatan penanganan kebakaran.
Perwakilan MPA Patikraja Geni, Kirto, menyampaikan bahwa dukungan APD memberikan manfaat bagi anggota yang selama ini terlibat dalam menjaga lingkungan dan membantu mengantisipasi kebakaran di sekitar wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. APD ini akan sangat membantu karena pekerjaan di lapangan memiliki risiko. Kami juga semakin memahami bahwa menjaga hutan bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga bagaimana kami menjaga keselamatan diri saat bertugas,” kata Kirto.
Menurut Kirto, masyarakat perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi hutan, terutama ketika memasuki periode yang rawan kebakaran. Informasi mengenai munculnya titik api, asap, atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran dapat menjadi informasi awal yang penting untuk segera ditindaklanjuti.
Perhutani memandang keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan yang perlu terus diperkuat. Penanganan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan respons setelah api muncul. Kesiapsiagaan, pengawasan, komunikasi, dan perlindungan personel perlu dibangun sejak sebelum kejadian.
“Perhutani berharap APD ini tidak hanya digunakan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap kegiatan di lapangan harus mengutamakan keselamatan. Semakin siap personelnya, semakin baik pula dukungan yang dapat diberikan untuk menjaga kawasan hutan,” tambah Administratur.
Melalui dukungan tersebut, Perhutani juga mendorong MPA Pati Geni untuk terus menjaga komunikasi dan kewaspadaan bersama. Upaya tersebut menjadi bagian dari Cerita Penjaga Hutan bahwa menjaga hutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan hutan.(Byt/Mei)
Editor: Baim
Copyright © 2026













Leave a Reply