PURWODADI, PERHUTANI (24/09/2026) | Perum Perhutani melalui Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 127.000 liter kepada masyarakat di empat desa sekitar kawasan hutan yang terdampak kekeringan pada musim kemarau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Perhutani KPH Purwodadi Tahun 2026, pada Kamis (24/09).
Penyaluran bantuan oleh Administratur KPH Purwodadi Dody Juli Irawan, didampingi Wakil Administratur serta jajaran BKPH Tumpuk. Bantuan diberikan kepada masyarakat di wilayah sekitar hutan yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kondisi kemarau yang berlangsung.
Sebanyak 127.000 liter air bersih tersebut didistribusikan ke empat desa, yaitu Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari sebanyak 63.000 liter; Desa Gedangan, Kecamatan Wirosari sebanyak 21.000 liter; Desa Godan, Kecamatan Tawangharjo sebanyak 21.000 liter; dan Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan sebanyak 21.000 liter.
Pada tahap awal, bantuan air bersih disalurkan ke Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, dengan jumlah 63.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 50 Kepala Keluarga di Dusun Tumpuk. Penyaluran selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap ke desa-desa lain yang mengalami dampak kekeringan.
Administratur KPH Purwodadi Dody Juli Irawan menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Perhutani terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan akses air bersih.
“Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari program TJSL Perhutani KPH Purwodadi Tahun 2026 sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar hutan yang terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Dody.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan diawali di Desa Tambakselo dengan jumlah 63.000 liter untuk kurang lebih 50 Kepala Keluarga. Selanjutnya, bantuan akan diteruskan ke sejumlah desa lain yang juga terdampak kekeringan.
“Hari ini kami melaksanakan penyaluran di Desa Tambakselo sebanyak 63.000 liter untuk kurang lebih 50 Kepala Keluarga. Berikutnya akan kami lanjutkan ke beberapa desa lain yang terdampak kekeringan. Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan mencapai 127.000 liter air bersih,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tambakselo, Sareh Joko Prasetyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perum Perhutani KPH Purwodadi atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat Desa Tambakselo.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Tambakselo dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Perhutani KPH Purwodadi yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya warga yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau,” ungkap Sareh.
Menurutnya, kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat harus mencari sumber air yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan adanya bantuan tersebut, kebutuhan air bersih masyarakat untuk sementara dapat terbantu.
“Kami berharap bantuan seperti ini dapat terus terjalin sebagai bentuk sinergi antara Perhutani dengan masyarakat sekitar hutan. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar hutan. Melalui program TJSL, Perhutani terus berupaya memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara langsung, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan total 127.000 liter air bersih yang disalurkan ke empat desa, Perhutani KPH Purwodadi berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih selama musim kemarau serta memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Editor : Diono
















Leave a Reply