Perhutani Surakarta Dukung Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Kabupaten Klaten

SURAKARTA (3/11/2026) | Komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola kawasan hutan, akademisi, hingga masyarakat. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta memenuhi undangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten untuk mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Dokumen Perencanaan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Kabupaten Klaten, Selasa (3/11).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Adipura, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten. Forum ini menjadi langkah awal untuk menghimpun informasi, mengidentifikasi potensi keanekaragaman hayati, serta menyelaraskan masukan dari para pemangku kepentingan sebagai bahan penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan KEHATI. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan perlindungan dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

Administratur Perhutani KPH Surakarta, Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam. Menurutnya, kawasan hutan memiliki peran penting sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna sekaligus penyangga kehidupan lingkungan.

“Perhutani mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Klaten dalam menyusun dokumen perencanaan pengelolaan keanekaragaman hayati. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat saling bertukar informasi dan menyampaikan masukan berdasarkan kondisi serta potensi di lapangan. Kami berharap hasil penyusunan dokumen ini dapat menjadi pedoman yang tepat dalam menjaga kelestarian ekosistem, termasuk kawasan hutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ungkap Agus.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Suryanto, menyampaikan bahwa penyusunan dokumen KEHATI membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar menghasilkan perencanaan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi daerah. Melalui FGD tahap pertama ini, pihaknya berharap dapat menghimpun data, informasi, serta berbagai masukan mengenai potensi dan permasalahan keanekaragaman hayati di Kabupaten Klaten.

“Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga dan dikelola secara bertanggung jawab. Karena itu, penyusunan dokumen perencanaan ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur terkait. Kami berharap masukan dari Perhutani dan para peserta FGD dapat memperkaya substansi dokumen sehingga nantinya menjadi pedoman yang bermanfaat dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di Kabupaten Klaten,” jelasnya.

Melalui keikutsertaan dalam FGD tersebut, Perhutani KPH Surakarta berharap koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Penyusunan dokumen KEHATI diharapkan tidak hanya menghasilkan perencanaan secara administratif, tetapi juga menjadi dasar pelaksanaan program nyata dalam perlindungan habitat, pelestarian flora dan fauna, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.

Dengan komitmen bersama dan langkah yang terarah, kelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Klaten diharapkan dapat terus terjaga sebagai warisan lingkungan bagi generasi mendatang. (Ska/Mar)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *