Perhutani Telawa Gandeng PeFI Teliti Serangan Jamur pada Bibit JPP SP di Persemaian Karetan

TELAWA (20/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima kunjungan tim Perhutani Forestry Institute (PeFI) yang dipimpin Kepala Departemen Riset dan Inovasi PeFI di Kantor KPH Telawa, Kamis siang (20/08). Kunjungan tersebut dalam rangka pendampingan penelitian terkait serangan jamur pada bibit Jati Plus Perhutani Stek Pucuk (JPP SP) di persemaian Blok Karetan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangrayung.

Kajian tersebut difokuskan untuk memastikan kualitas, kesehatan, dan kesiapan bibit sekaligus mencari langkah penanggulangan serangan jamur yang berpotensi mengganggu pertumbuhan bibit.

Kepala Departemen Riset dan Inovasi PeFI, Chorirotun Nur Ulifah, bersama Kepala Seksi Pengelolaan Benih dan Bibit, Tris Wahyudi; Peneliti, Rika Rahmawati; serta Kepala Seksi Utama Bidang Pembibitan dan Tanaman Divisi Regional Jawa Tengah, Angkin Windiyasretno, hadir dalam kegiatan tersebut. Tim PeFI diterima langsung oleh Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, didampingi Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis beserta jajaran KPH Telawa.

Administratur KPH Telawa, Titus Aryanto, menyampaikan bahwa persemaian JPP SP di KPH Telawa menghadapi kendala berupa indikasi serangan jamur pada bibit di bedeng induksi dan bedeng shading area yang berpotensi menyebabkan kematian bibit.

“Kunjungan tim peneliti dari Perhutani Forestry Institute (PeFI) diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi dalam penanganan serangan jamur di persemaian ini. Kami sudah berupaya mengatasi serangan jamur, tetapi hasilnya belum optimal,” ujar Titus.

Departemen Riset dan Inovasi PeFI memiliki tugas mengelola riset teknologi, mengembangkan inovasi produk, memecahkan permasalahan pengelolaan hutan, serta menyusun jurnal ilmiah dan portofolio riset perusahaan untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan.

KPH Telawa merencanakan pembuatan persemaian JPP SP sebanyak 54.771 plances. Hingga saat ini, sebanyak 28.400 bibit telah berada di bedeng shading area. Sementara itu, produksi bibit di bedeng induksi terus dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pengganti bibit JPP SP yang terdampak serangan jamur.

Dalam kegiatan tersebut, tim PeFI melakukan pemeriksaan kesehatan media tanam dan bibit di persemaian, termasuk menguji kualitas media tanam serta mengidentifikasi penyebab serangan jamur pada bibit.

Kepala Departemen Riset dan Inovasi PeFI, Chorirotun Nur Ulifah, menyampaikan bahwa penelitian dilakukan dengan memeriksa dan mengidentifikasi jenis jamur yang menyerang bibit, kemudian menentukan langkah pencegahan dan pengendalian untuk menghambat pertumbuhan jamur.

“Perlunya penanganan dini untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit pada persemaian. Selain itu, petugas harus selalu memperhatikan petunjuk kerja dan standar operasional serta menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tingkat kelembapan di lokasi,” kata Chorirotun.

Sementara itu, pekerja persemaian, Hardi, menyampaikan bahwa kunjungan tim peneliti memberikan tambahan pengetahuan dalam menangani serangan jamur di persemaian. Menurutnya, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengantisipasi permasalahan serupa pada masa mendatang.

“Dengan penjelasan ini, semoga pembuatan persemaian di Blok Karetan dapat terealisasi sesuai kebutuhan, dengan bibit yang sehat dan siap tanam,” katanya.

Melalui pendampingan dan penelitian tersebut, KPH Telawa berharap permasalahan serangan jamur pada bibit JPP SP dapat segera ditangani sehingga produksi bibit berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman yang sehat serta berkualitas. (TLW/W3P)

Editor: Nasyia
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *