Perhutani Tetap Giatkan Patroli Keamanan di Lereng Gunung Sumbing Usai Insiden Kebakaran

KEDU UTARA, (26/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus melaksanakan patroli dan penyisiran di kawasan hutan lereng Gunung Sumbing setelah api berhasil dipadamkan usai lima hari kebakaran. Meski kondisi mulai kondusif, jajaran Perhutani bersama para pihak terkait tetap bersiaga untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa maupun potensi kebakaran susulan, Senin (26/10).

Kebakaran yang melanda kawasan hutan seluas 974 hektare tersebut mencakup wilayah administratif tiga kabupaten. Luasnya area terdampak menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan sekadar melindungi tegakan pohon, melainkan juga menjaga kehidupan masyarakat yang bergantung pada keberadaan hutan.

Bagi para petugas di lapangan, padamnya api menjadi awal dari tugas lanjutan. Penyisiran dilakukan secara cermat untuk mengidentifikasi titik-titik rawan, memastikan bara api tidak kembali menyala, serta memantau kondisi kawasan pascakebakaran.

Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan unsur lintas sektoral yang telah bekerja keras selama penanganan kebakaran hingga tahap pemantauan pascakejadian.

“Padamnya api bukan berarti tugas kami selesai. Patroli dan penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan kawasan benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan. Perhutani mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi karena perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan hutan memiliki arti penting bagi masyarakat sekitar, mulai dari menjaga tata air dan mencegah erosi hingga mendukung keseimbangan lingkungan. Oleh karena itu, keamanan kawasan pascakebakaran menjadi perhatian bersama agar fungsi ekologis hutan tetap terjaga.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Makmur, Bahrodin, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan hutan, terutama melalui peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan pelaporan dini apabila ditemukan titik api.

“Kami berharap kondisi hutan segera pulih. Masyarakat juga perlu ikut menjaga hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Hutan yang aman dan lestari memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.

Patroli dan penyisiran pascakebakaran menjadi wujud komitmen Perhutani bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Sebab, meskipun api telah padam, tanggung jawab untuk menjaga hutan tetap menyala. (Kdu/Nurul)

Editor: Intan

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *