Perhutani Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

MANTINGAN (04/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Wakil Administratur KPH Mantingan Arif Yudiarko, didampingi Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalinanas dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gaplokan, melakukan koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Japah, Jumat (04/09/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Polsek Japah pada Jumat siang, 04 September 2026, pukul 13.00 WIB. Koordinasi bertujuan menyamakan langkah dan membentuk tim siaga dalam menghadapi puncak musim kemarau pada September–Oktober 2026 di wilayah BKPH Kalinanas yang memiliki sejumlah kawasan rawan Karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Administratur KPH Mantingan Arif Yudiarko, Kepala BKPH Kalinanas, Kepala RPH Gaplokan, serta Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Japah Aipda Edi Susanto.

Wakil Administratur KPH Mantingan Arif Yudiarko menyampaikan bahwa wilayah BKPH Kalinanas memiliki kawasan hutan jati dan alang-alang seluas sekitar 1.250 hektare. Sejumlah titik yang dinilai rawan berada di wilayah RPH Gaplokan, khususnya petak 50, 51, dan 52 yang berbatasan langsung dengan lahan milik warga.

Menurut Arif, beberapa faktor yang berpotensi memicu Karhutla antara lain puntung rokok, pembakaran lahan, serta kondisi cuaca ekstrem. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perhutani meminta dukungan Polsek Japah dalam pelaksanaan patroli gabungan dan penegakan hukum apabila ditemukan pelaku pembakaran hutan.

“Jumat siang, 04 September 2026, saya bersama Kepala BKPH Kalinanas dan Kepala RPH Gaplokan melakukan koordinasi di Polsek Japah dengan Kanit Reskrim Aipda Edi Susanto. Agenda utama adalah pengendalian Karhutla. Musim kemarau ini kita tidak boleh lengah. Dengan dukungan Polri, saya yakin BKPH Kalinanas bisa mencapai kondisi tanpa Karhutla. Mencegah lebih baik daripada memadamkan,” ujar Arif.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Japah Aipda Edi Susanto menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan Perhutani dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla.

“Kami siap bersinergi dengan Perhutani. Keamanan hutan juga menjadi bagian dari tugas kami. Mari kita jaga bersama agar tidak terjadi kebakaran dan masyarakat tidak dirugikan,” ujarnya.

Koordinasi tersebut merupakan langkah preventif KPH Mantingan dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla. Melalui sinergi antara Perhutani, Polri, dan masyarakat, diharapkan wilayah BKPH Kalinanas dapat terhindar dari kebakaran hutan.

Administratur KPH Mantingan Rohasan juga berpesan agar jajaran Perhutani terus menjalin komunikasi dengan Polri dan TNI di setiap kecamatan serta meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau.

“Jalin komunikasi dengan Polri dan TNI di setiap kecamatan. Musim kemarau adalah musim siaga. Semua harus turun,” pesan Rohasan. (Mnt/Ism)

Editor: Febby
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *