Perhutani Tingkatkan Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla, KPH Purwodadi Cek Langsung Sarana dan Prasarana Pengamanan Hutan

PURWODADI, PERHUTANI (7/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memastikan seluruh sarana dan prasarana pengendalian kebakaran dalam kondisi siap digunakan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan langsung yang dilakukan Wakil Administratur KPH Purwodadi di Pos Induk 144 RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, Selasa (07/07).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Administratur didampingi Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (PSDH) KPH Purwodadi, Kepala BKPH Jatipohon, serta jajaran petugas lapangan.

Pengecekan difokuskan pada kesiapan berbagai sarana pengendalian kebakaran hutan, meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), gebyok pemukul api, garuk api, sekop, cangkul, dan perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh peralatan diperiksa dari aspek kelayakan fungsi, kondisi fisik, kelengkapan, serta penempatannya agar dapat segera digunakan apabila terjadi keadaan darurat.

Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan terhadap sarana pendukung pengamanan hutan yang digunakan oleh petugas, seperti pentungan, borgol, senter, alat komunikasi, rompi keselamatan, helm pelindung, sepatu lapangan, serta Alat Pelindung Diri (APD) lainnya. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh personel memiliki perlengkapan yang memadai dalam melaksanakan tugas perlindungan hutan secara aman, profesional, dan sesuai standar keselamatan kerja.

Wakil Administratur KPH Purwodadi Henry Kristiawan menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan maupun pengamanan kawasan hutan.

“Pencegahan selalu menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, seluruh sarana pengendalian kebakaran maupun peralatan pendukung pengamanan hutan harus dipastikan dalam kondisi siap pakai setiap saat. Melalui pengecekan rutin seperti ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel mampu merespons secara cepat, tepat, dan terkoordinasi apabila terjadi potensi gangguan keamanan maupun kebakaran hutan. Kesiapsiagaan merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset negara yang harus terus dilindungi bersama,” ujar Henry.

Sementara itu, Kepala BKPH Jatipohon Tutut Sugianto menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemeliharaan dan inventarisasi seluruh peralatan agar selalu berada dalam kondisi optimal.

“Kami melakukan pemeriksaan berkala terhadap seluruh peralatan pemadam kebakaran dan sarana pengamanan hutan, sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat langsung digunakan. Di samping kesiapan peralatan, kami juga terus meningkatkan kewaspadaan petugas melalui patroli rutin, deteksi dini, serta penguatan koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan dan para mitra Perhutani,” jelas Tutut.

Dukungan juga disampaikan Ketua LMDH Jati Makmur, Saryono, yang menyatakan komitmen masyarakat desa hutan untuk terus bersinergi menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan.

“Kami sebagai mitra Perhutani siap mendukung upaya perlindungan hutan melalui patroli bersama, penyampaian informasi secara cepat apabila terdapat potensi kebakaran, serta mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan. Kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama karena manfaatnya juga kembali kepada masyarakat,” ungkap Saryono.

Melalui kegiatan pengecekan sarana dan prasarana ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, memperkuat sistem perlindungan hutan, serta membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, aman, dan berkelanjutan.

Editor : Diono

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *