KEDU UTARA, (16/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo melaksanakan patroli preventif gangguan keamanan hutan (Gukamhut) di petak 16i-1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, wilayah pangkuan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tegal Arum, Desa Sojopuro, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Senin (14/09). Kegiatan ini merupakan upaya menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan.
Patroli dilaksanakan dengan menyusuri kawasan hutan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan, khususnya pencari rumput, pencari ranting kayu bakar, serta pencari burung. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengancam keselamatan, merusak tegakan hutan, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Selain pencegahan karhutla, petugas juga menyampaikan pemahaman mengenai larangan perburuan liar di dalam kawasan hutan, terutama di kawasan hutan lindung. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas penangkapan maupun perburuan satwa liar yang dapat mengancam keberadaan satwa serta mengganggu rantai kehidupan ekosistem hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Naufal Rafif menyampaikan bahwa kegiatan patroli preventif Gukamhut merupakan langkah nyata Perhutani dalam menjaga keamanan dan kelestarian hutan.
“Melalui patroli preventif ini, Perhutani terus membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar hutan. Edukasi mengenai bahaya karhutla dan larangan perburuan liar penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama. Perhutani mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melindungi kawasan hutan, khususnya hutan lindung, demi keberlangsungan ekosistem dan manfaatnya bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, Darman, salah seorang pencari ranting kayu bakar asal Desa Keseneng, menyambut baik edukasi yang disampaikan petugas Perhutani. Ia mengaku mendapatkan pemahaman lebih mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan hutan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami berterima kasih atas sosialisasi dari Perhutani. Kami jadi lebih memahami bahaya kebakaran dan pentingnya menjaga hutan, termasuk tidak melakukan perburuan liar. Semoga hutan tetap aman, lestari, dan bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Darman.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Kedu Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengamanan hutan, membangun sinergi bersama masyarakat desa hutan, serta mewujudkan hutan yang lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Kdu/Nurul)
Editor: Baim
Copyright © 2026













Leave a Reply