Produktivitas Getah Pinus Jadi Sorotan, Direktur Operasional Kunjungi KPH Pekalongan Timur

PEKALONGAN TIMUR (18/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menerima kunjungan kerja Direktur Operasional Perum Perhutani Natalas Anis dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan produksi getah pinus serta penguatan sinergi dengan para mitra kerja di lapangan. Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Administratur KPH Pekalongan Timur beserta jajaran manajemen dan petugas lapangan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan produksi hasil hutan bukan kayu di wilayah kerja KPH Pekalongan Timur.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu lokasi penyadapan pinus tersebut turut dihadiri oleh para penyadap dan perwakilan Kelompok Tani Sadap (KTS), termasuk KTS Kartono yang selama ini menjadi mitra aktif Perhutani dalam mendukung kegiatan produksi getah pinus serta menjaga kelestarian kawasan hutan.

Kunjungan kerja Direktur Operasional Perum Perhutani tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan, mengevaluasi capaian produksi getah pinus, serta memberikan arahan strategis terkait langkah-langkah peningkatan produktivitas hasil sadapan di wilayah KPH Pekalongan Timur. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari para penyadap yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hasil hutan bukan kayu.

Dalam sambutannya, Administratur KPH Pekalongan Timur menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh jajaran Direksi Perum Perhutani terhadap upaya peningkatan produksi getah pinus di wilayah kerjanya. Menurutnya, kehadiran Direktur Operasional menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran KPH maupun para penyadap untuk terus meningkatkan kinerja dan produktivitas.

“Kunjungan kerja ini merupakan bentuk perhatian nyata dari manajemen Perum Perhutani terhadap kegiatan produksi di lapangan. Kami berharap arahan dan masukan yang diberikan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas getah pinus dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian hutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasional Perum Perhutani Natalas Anis menegaskan bahwa getah pinus merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi penting terhadap pendapatan perusahaan sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar hutan. Oleh karena itu, peningkatan produksi perlu dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keberhasilan produksi getah pinus tidak hanya ditentukan oleh kualitas tegakan pinus, tetapi juga dipengaruhi oleh kedisiplinan dalam penerapan teknik penyadapan, kualitas sumber daya manusia, serta sinergi yang kuat antara Perhutani dan KTS.

“Penyadap merupakan ujung tombak keberhasilan produksi getah pinus. Oleh karena itu, Perhutani akan terus mendorong peningkatan kapasitas penyadap, memperkuat kemitraan dengan Kelompok Tani Sadap, serta memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Produktivitas harus meningkat, namun kelestarian hutan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Natalas Anis.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasional bersama Administratur KPH Pekalongan Timur melakukan peninjauan langsung ke lokasi sadapan untuk melihat kondisi tegakan pinus, kualitas hasil sadapan, serta penerapan teknik penyadapan yang dilakukan oleh para penyadap. Selain melakukan monitoring lapangan, jajaran manajemen juga berdialog secara langsung dengan para anggota KTS guna mengetahui berbagai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan penyadapan.

Perwakilan KTS Kartono menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Direktur Operasional Perum Perhutani. Menurutnya, perhatian yang diberikan oleh pimpinan perusahaan menjadi bukti bahwa keberadaan penyadap dan KTS memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan.

“Kami merasa sangat diperhatikan dengan adanya kunjungan ini. Kehadiran Direktur Operasional di lapangan memberikan semangat bagi kami untuk terus bekerja dengan baik, menjaga kualitas hasil sadapan, serta ikut menjaga kelestarian hutan yang menjadi sumber penghidupan bersama,” ujar Kartono.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung setelah peninjauan lapangan, berbagai isu strategis dibahas secara terbuka, mulai dari upaya peningkatan produksi, penguatan kelembagaan KTS, peningkatan kualitas sumber daya manusia penyadap, hingga strategi pengamanan hasil produksi dari potensi gangguan keamanan. Diskusi tersebut berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program ke depan.

Kunjungan kerja Direktur Operasional Perum Perhutani di KPH Pekalongan Timur diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam meningkatkan produktivitas getah pinus secara berkelanjutan. Selain berorientasi pada peningkatan hasil produksi, upaya tersebut juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan agar tetap lestari.

Melalui kolaborasi yang erat antara Perhutani, KTS, dan masyarakat sekitar hutan, KPH Pekalongan Timur optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi sektor hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, sebagai salah satu komoditas unggulan perusahaan. Semangat kebersamaan dan kemitraan yang terjalin diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang. (Pkt/Ran)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *