KEDU UTARA (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menghadiri sekaligus memberikan apresiasi terhadap kegiatan santunan bagi anak yatim dan kaum duafa yang diselenggarakan oleh pengelola Wisata Alam Curug Sikarim di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, dalam momentum bulan Muharam 1448 Hijriah, pada Kamis (25/06).
Kegiatan sosial yang berlangsung di Wisata Alam Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, tersebut diikuti oleh masyarakat sekitar kawasan hutan, tokoh masyarakat, pengelola wisata, serta jajaran Perhutani. Dalam kegiatan tersebut, santunan diberikan kepada 63 anak yatim dan kaum duafa sebagai bentuk kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama pada bulan yang penuh berkah.
Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan yang diawali dengan doa bersama, tausiah, serta penyerahan santunan kepada para penerima manfaat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberadaan wisata alam di kawasan hutan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat sekitar.
Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menyampaikan apresiasi kepada pengelola Wisata Alam Curug Sikarim atas inisiatif dan kepedulian sosial yang diwujudkan melalui kegiatan santunan tersebut.
Menurutnya, bulan Muharam merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan kaum duafa di sekitar kawasan hutan.
“Perhutani memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengelola Wisata Alam Curug Sikarim yang telah menyelenggarakan kegiatan santunan ini. Momentum Muharam menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat hubungan yang harmonis antara pengelola kawasan wisata, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Andrie.
Ia menambahkan bahwa Perhutani tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian hutan dan mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut hadir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar hutan.
“Melalui kegiatan seperti ini, Perhutani ingin menegaskan bahwa pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada aspek ekologis dan ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan spiritual. Kehadiran Perhutani di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sosial di sekitar kawasan hutan,” tambahnya.
Sementara itu, Pengelola Wisata Alam Curug Sikarim, Syawali, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Perhutani dalam kegiatan santunan tersebut.
Menurutnya, kegiatan berbagi kepada anak yatim dan kaum duafa telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Muharam sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kepada masyarakat sekitar kawasan wisata.
“Kami berharap santunan ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih kepada Perhutani dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan,” ungkap Syawali.
Momentum santunan Muharam di Wisata Alam Curug Sikarim ini sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kepedulian antarsesama demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Ulfa
Copyright © 2026
















Leave a Reply