Taktik Jitu KPH Kebonharjo Rangkul Sujatno Guna Pasang Sistem Peringatan Dini Karhutla

KEBONHARJO (10/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Pertemuan berlangsung di rumah salah seorang warga pada Kamis malam (09/07).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat keamanan kawasan hutan sekaligus mempererat hubungan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, petugas Polisi Kehutanan (Polhut) berdialog secara langsung dengan warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan hutan (gukamhut).

Administratur KPH Kebonharjo melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Gayam Subandiyono mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah pembalakan liar (illegal logging) maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menjelang musim kemarau.

“Sinergi antara petugas Perhutani dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui komunikasi yang santai dan terbuka seperti ini, kami berharap masyarakat semakin memiliki rasa tanggung jawab untuk bersama-sama menjaga hutan di sekitar tempat tinggalnya,” ujar Asper BKPH Gayam Subandiyono.

Masyarakat menyambut baik kehadiran petugas Polhut yang berdialog langsung di tengah aktivitas warga saat berkumpul menikmati suasana malam. Pertemuan tersebut dinilai menjadi sarana yang efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi apabila ditemukan potensi gangguan keamanan di kawasan hutan.

Salah seorang warga Desa Sendangrejo, Sujatno, mengapresiasi kehadiran jajaran Perhutani KPH Kebonharjo yang secara langsung menjalin komunikasi dengan masyarakat serta membuka ruang untuk menerima masukan, saran, dan aspirasi warga.

“Kami merasa dihargai karena dilibatkan secara langsung dalam upaya menjaga hutan. Dialog seperti ini menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama sehingga masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian hutan di lingkungan tempat tinggal kami,” ujar Sujatno.

Ia berharap kegiatan tatap muka semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga komunikasi antara Perhutani dan masyarakat sekitar hutan semakin erat serta mampu mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam pelaksanaan pengelolaan kawasan hutan.

Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus membangun pendekatan yang humanis dan kolaboratif dengan masyarakat desa hutan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menciptakan kawasan hutan yang aman, lestari, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan. (Kbh/Ari)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *