KEDU SELATAN (18/7/2026) | Sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Perhutani bersama unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Desa melaksanakan kegiatan konsolidasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Petak 129 M RPH Loano, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan, Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jumat (17/7). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, khususnya pada musim kemarau yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala RPH Loano Janu Eko S., Kepala Urusan Tata Usaha BKPH Purworejo Radu Anggoro, jajaran petugas lapangan Perhutani, personel Polsek Grabag, anggota Koramil Grabag, Kepala Desa Kertojayan beserta perangkat desa, serta masyarakat Desa Kertojayan. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan melalui langkah-langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai penyebab utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, perekonomian, serta keselamatan masyarakat. Selain itu, warga diimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.
Administratur/Kepala KPH Kedu Selatan melalui Kepala RPH Loano Janu Eko S. menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kehutanan, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang baik antara Perhutani, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan kawasan hutan yang aman dari ancaman kebakaran.
Sementara itu, Kepala Desa Kertojayan Ahmad Suyono berharap sinergi yang telah terjalin antara Perhutani, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan agar kesadaran menjaga hutan semakin meningkat.
Kami mengapresiasi langkah Perhutani yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam kegiatan ini. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus berlanjut sehingga potensi kebakaran hutan dapat dicegah sejak dini. Kami juga mengajak seluruh warga Desa Kertojayan untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” ujar Ahmad Suyono.
Melalui konsolidasi lintas instansi ini diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik, koordinasi yang lebih efektif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan sebagai aset negara yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Dengan kewaspadaan serta partisipasi aktif seluruh pihak, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah RPH Loano, BKPH Purworejo, KPH Kedu Selatan dapat diminimalkan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi sekarang maupun yang akan datang. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas instansi dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang aman, lestari, dan berkelanjutan. (Kds/Bhs)
Editor: Hening
Copyright © 2026













Leave a Reply