Turnamen Piala Pergam Songgom Ditutup, Perhutani Dorong Sinergi dan Kelestarian Hutan

BALAPULANG, (13/8/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes menutup turnamen sepak bola terbuka bertajuk Piala Pergam Songgom di lapangan sepak bola Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, yang berada di petak 1 RPH Wanayasa, BKPH Margasari, KPH Balapulang.

Turnamen tersebut mendapat antusiasme masyarakat, khususnya kalangan pemuda. Kegiatan olahraga ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi dan mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah daerah, serta Perhutani.

Ketua Panitia Turnamen, Joni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perhutani yang telah mendukung serta memfasilitasi lokasi pelaksanaan turnamen sejak pembukaan hingga penutupan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah mendukung dan memfasilitasi tempat pelaksanaan turnamen dari awal hingga penutupan,” ujar Joni.

Wakil Bupati Brebes, Wurja, yang hadir bersama Wakil Administratur KPH Balapulang, La Ode Sahara, serta jajaran Forkopimda, Forkopimcam, dan Ketua KONI Kabupaten Brebes, mengatakan bahwa turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi para pecinta sepak bola.

“Penutupan turnamen terbuka di Songgom merupakan ajang silaturahmi bagi pecinta sepak bola. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat muncul bibit-bibit pesepak bola profesional dari Brebes,” kata Wurja.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan Perhutani yang berada di sekitar wilayah Desa Songgom. Menurutnya, masyarakat di kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan hutan, terutama dalam mendukung perekonomian.

“Desa ini berada di pinggiran kawasan hutan Perhutani. Masyarakat di sini juga sangat bergantung pada hutan untuk perekonomiannya. Kami mengimbau agar hutan terus dijaga kelestariannya dan tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.

Wakil Administratur KPH Balapulang, La Ode Sahara, mengapresiasi kehadiran jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes dan Forkopimcam Kecamatan Songgom dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga hubungan yang telah terjalin dengan baik.

“Keharmonisan ini menjadi momentum bagi kami untuk terus bersinergi secara berkelanjutan antara Perhutani KPH Balapulang dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama masyarakat desa yang berbatasan dengan kawasan hutan,” tutur La Ode Sahara.

Ia menambahkan, Perhutani akan terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat serta mendorong kerja sama dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan.

“Kami akan terus menjaga hubungan yang sudah baik ini demi keberlangsungan kelestarian hutan. Harapannya, masyarakat dapat terus bekerja sama dengan KPH Balapulang dalam menjaga kawasan hutan,” pungkasnya.

Penutupan Piala Pergam Songgom menjadi momentum yang tidak hanya memperkuat semangat olahraga dan silaturahmi, tetapi juga membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan. Sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terpelihara untuk mendukung pembangunan serta keberlanjutan lingkungan di wilayah sekitar hutan. (Bpl/Jul)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *