PEKALONGAN BARAT, BREBES RAYA (02/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana sekaligus pemasangan banner edukatif. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cikuning, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, pada Kamis (30/04).
Kegiatan ini merupakan upaya preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya tanah longsor dan pohon tumbang yang rawan terjadi di wilayah hutan perbukitan Kecamatan Bantarkawung. Sosialisasi diikuti oleh jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bantarkawung, khususnya Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Cikuning, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Perintis.
Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat melalui Kepala RPH Cikuning, Nurhojin, yang mewakili Kepala BKPH Bantarkawung, menyampaikan bahwa pemasangan banner berisi pesan mitigasi diharapkan menjadi pengingat visual bagi masyarakat agar lebih waspada dan siap menghadapi kondisi darurat. “Wilayah Bantarkawung memiliki topografi yang cukup rawan terhadap bencana sehingga diperlukan langkah edukasi yang berkelanjutan. Banner ini menjadi media sederhana namun efektif untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat,” ujarnya.
Materi dalam banner mencakup tanda-tanda awal terjadinya longsor, langkah evakuasi mandiri, larangan pembakaran hutan secara sembarangan, serta nomor darurat yang dapat dihubungi saat terjadi bencana.
Selain pemasangan banner, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif antara petugas Perhutani dan warga. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman serta kendala yang dihadapi terkait potensi bencana di lingkungan mereka.
Ketua LMDH Wana Perintis, Kukuh Candra Mahana, mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala. “Kami sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Masyarakat menjadi lebih paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas pemangku kepentingan yang terus dibangun Perhutani menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana sehingga dapat meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan. (Pkb/Sgy)
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply