Perhutani Bersama Para Pemangku Kepentingan Melaksanakan Patroli di Kawasan Hutan Mluweh

SEMARANG (21/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan patroli kawasan hutan di sekitar Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (21/10). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.

Patroli dipimpin oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penggaron, Aris Sudiyono, bersama Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gedawang, Utama. Kegiatan tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Desa Mluweh, masyarakat setempat, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Patroli dilaksanakan dengan menyusuri kawasan hutan di sekitar Desa Mluweh untuk memantau kondisi lapangan, mengantisipasi potensi kebakaran, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan keamanan hutan. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi kawasan yang disusuri terpantau aman dan kegiatan berlangsung lancar.

Kepala BKPH Penggaron, Aris Sudiyono, menyampaikan bahwa patroli bersama merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di kawasan hutan yang berbatasan dengan wilayah aktivitas masyarakat.

“Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kepedulian semua pihak. Melalui patroli bersama ini, kami dapat memantau kondisi kawasan secara langsung sekaligus memperkuat koordinasi antara Perhutani, BPBD, TRC Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, TNI-Polri, dan masyarakat. Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Aris.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Subsektor (Kapolsubsektor) Ungaran Timur, Mundakir, menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, petugas kehutanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah serta mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Upaya pencegahan karhutla perlu dilakukan secara bersama-sama melalui peningkatan kewaspadaan, patroli rutin, dan komunikasi yang baik antarinstansi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan atau kegiatan lain yang berpotensi memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api atau indikasi gangguan keamanan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ungkap Mundakir.

Aris Sudiyono juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan dengan tidak membakar lahan, sampah, maupun serasah di sekitar kawasan hutan. Kepedulian masyarakat dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan dan meminimalkan risiko kebakaran, terutama di kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan permukiman.

Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Semarang berharap koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat terus ditingkatkan. Patroli bersama diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah karhutla, menjaga keamanan kawasan hutan, serta melestarikan sumber daya hutan di wilayah BKPH Penggaron. (Smg/Noe)

Editor: Farah

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *