KEBONHARJO (07/05/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo melalui Yayasan Tunas Rimba Perhutani (YTRP) Cabang Kebonharjo melaksanakan kegiatan study tour bagi siswa-siswi Kelompok Bermain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Rimba KPH Kebonharjo di objek wisata Goa Maharani, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (06/05).
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan lingkungan kepada anak sejak usia dini agar mereka mampu mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, baik di rumah, di sekolah, maupun di tempat lainnya. Selain itu, pengamatan terhadap lingkungan alam sekitar dinilai penting untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan kecerdasan anak.
Ketua YTRP Cabang KPH Kebonharjo, Niken Megasari Suryowidowati Yohanes Eka Cahyadi, menyampaikan bahwa pengenalan lingkungan di luar sekolah perlu dilakukan agar anak dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk lebih mengenal dan memahami lingkungan di luar sekolah sebagai bekal perkembangan mereka di masa depan. Melihat semangat anak-anak selama kunjungan, kami merasa tujuan tersebut dapat tercapai,” ujar Niken.
Sementara itu, Administratur KPH Kebonharjo, Yohanes Eka Cahyadi, saat dikonfirmasi membenarkan dan mendukung kegiatan pembelajaran di luar sekolah untuk mengenalkan pentingnya lingkungan kepada anak sejak dini.
“Perhutani sangat mendukung kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar sekolah, dengan harapan para siswa dapat lebih memahami dan mencintai lingkungan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan siswa pada lingkungan alam sekitar sekaligus menghadirkan pembelajaran yang bermakna,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran bermakna dinilai lebih efektif bagi anak usia dini. Dengan melibatkan anak secara langsung di lingkungan sekitar, tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga memberikan pengalaman nyata yang tidak tergantikan.
Kepala Sekolah TK Tunas Rimba I KPH Kebonharjo, Suciani, menjelaskan bahwa program kunjungan edukatif tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan holistik yang mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengalaman langsung di luar sekolah.
“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan peserta didik dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta mampu mengembangkan minat dan bakat sejak dini,” kata Suciani.
Ia menambahkan, beberapa hal yang dapat dipelajari siswa dalam kegiatan tersebut antara lain pengenalan berbagai jenis hewan dan tumbuhan, pengamatan fenomena alam, serta peningkatan kecerdasan naturalis anak. Dengan melibatkan siswa secara langsung di lapangan, diharapkan mereka dapat memahami konsep-konsep tersebut dengan lebih baik. (Kbh-Ari)
Editor: Hening
Copyright © 2026
















Leave a Reply