BANYUMAS TIMUR (20/10/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur mendukung pengembangan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pelantikan anggota muda Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) SATRIA Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kegiatan pelantikan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) XXXVII tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Senin (19/10), setelah peserta menyelesaikan rangkaian pendidikan pada 16–19 Oktober 2026 di lereng Gunung Slamet, wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Barat.
Pendidikan dan latihan dasar merupakan tahap awal pembentukan karakter calon anggota MAPALA SATRIA. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai organisasi serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar kepencintaalaman. Seluruh rangkaian kegiatan berpedoman pada silabus pendidikan yang disusun oleh Departemen Pendidikan dan Pelantikan MAPALA SATRIA.
Melalui materi dan praktik lapangan, peserta mendapatkan pengalaman dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Pembelajaran langsung di alam terbuka juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan dan membangun solidaritas sebelum memasuki tahap pendidikan sebagai anggota muda.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Barat, Bambang Ruswanto, menyambut positif lahirnya anggota muda MAPALA SATRIA yang telah menjalani proses pendidikan dan latihan dasar. Perwakilan Perhutani menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan, termasuk melalui kegiatan edukasi, kepencintaalaman, dan kepedulian terhadap kawasan hutan.
“Perhutani berharap anggota muda MAPALA SATRIA dapat terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya serta menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Perhutani terbuka untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Ketua Umum MAPALA SATRIA Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Aqimuddin, menyampaikan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal perjalanan baru dalam organisasi.
“Proses pelantikan anggota muda merupakan awal perjalanan di MAPALA SATRIA. Peserta yang sebelumnya mengikuti Diklatsar kini menjadi anggota muda dan akan melanjutkan masa pendidikan di MAPALA SATRIA,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum juga memberikan nama “Virendra Arsaka” kepada angkatan yang dilantik. Penamaan tersebut menjadi bagian dari identitas angkatan dalam perjalanan mereka di organisasi.
Pembina MAPALA SATRIA Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Aman Suyadi, M.P., berharap lahirnya kader-kader baru dapat memperluas kontribusi mahasiswa dalam kegiatan kepencintaalaman dan pelestarian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kebencanaan dan lingkungan.
“Lahirnya kader-kader baru ini diharapkan mampu bersinergi dengan teman-teman Perhutani, BPBD, dan instansi lainnya dalam kegiatan kepencintaalaman,” ungkapnya.
Melalui semangat Melangkah Bersama Merawat Hutan, pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi anggota muda MAPALA SATRIA untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan berkontribusi bagi lingkungan. Pendidikan kepencintaalaman diharapkan tidak hanya membentuk pribadi yang tangguh, tetapi juga menumbuhkan kepedulian nyata terhadap keberlanjutan alam. (Byt/Mei)
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply