Perhutani KPH Banyumas Barat Fasilitasi Praktik Lapangan Mahasiswa Unsoed untuk Pelajari Pengelolaan Hutan dan Ekosistem Pesisir Berkelanjutan

BANYUMAS BARAT (26/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat memfasilitasi kegiatan bimbingan praktik lapangan bagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di kawasan pesisir. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan praktis mengenai pengelolaan hutan dan ekosistem perairan serta mendorong integrasi ilmu perikanan, kelautan, dan kehutanan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Administratur KPH Banyumas Barat Herry Merkussiyanto Putro diwakili oleh Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur, Kusnadi. Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tritih, Warman, serta Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Purwalestari, Sarwono. Kehadiran jajaran Perhutani dan perwakilan masyarakat tersebut menunjukkan komitmen dalam mendukung edukasi lingkungan di wilayah kerja KPH Banyumas Barat.

Sementara itu, delegasi Unsoed dipimpin oleh Penanggung Jawab Praktik Lapangan FPIK Unsoed, Ani Suryani, bersama jajaran dosen pembimbing dan puluhan mahasiswa yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi menyampaikan pesan Administratur KPH Banyumas Barat mengenai pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi kehutanan.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa FPIK Unsoed di wilayah kerja BKPH Rawa Timur. Perhutani berkomitmen untuk membuka ruang edukasi seluas-luasnya agar teori yang diperoleh di bangku kuliah dapat diselaraskan dengan kondisi nyata di lapangan. Pengelolaan hutan di kawasan pesisir, khususnya ekosistem mangrove dan muara, membutuhkan penerapan ilmu perikanan dan kelautan agar fungsi konservasi dan peningkatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan secara seimbang,” ujar Kusnadi.

Senada dengan hal tersebut, Penanggung Jawab Praktik Lapangan FPIK Unsoed Ani Suryani menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perhutani KPH Banyumas Barat atas keterbukaan dan bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa.

“Praktik lapangan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kami untuk membentuk kompetensi mahasiswa secara utuh. Melalui bimbingan langsung dari praktisi Perhutani dan interaksi dengan LMDH Purwalestari, mahasiswa tidak hanya belajar tentang biota laut dan perairan, tetapi juga memahami dinamika sosial kehutanan serta pentingnya pelestarian sabuk hijau pantai. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut demi melahirkan generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir,” ungkap Ani.

Kegiatan praktik lapangan ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari observasi tata kelola hutan mangrove di RPH Tritih, identifikasi potensi komoditas perikanan berbasis kehutanan melalui sistem silvofishery, hingga diskusi interaktif bersama LMDH Purwalestari mengenai peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga kelestarian alam dan ekosistem pesisir demi keberlanjutan lingkungan serta masa depan generasi mendatang. (Byb/Twn).

Editor: Nasyia

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *