“Dua Basecamp Satu Puncak”, Cara Perhutani Kedu Utara Satukan Pengelola Gunung Seroja

KEDU UTARA (19/05/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo melaksanakan koordinasi dan komunikasi sosial bersama pengelola Basecamp Puncak Seroja, yakni Basecamp Seroja via Tieng dan Basecamp Seroja via Tlogo, dalam rangka memperkuat sinergi menjaga kelestarian serta kebersihan lingkungan kawasan Gunung Seroja pada Senin (18/05).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan tersebut membahas kesepakatan bersama bertajuk “Dua Basecamp Satu Puncak” sebagai bentuk komitmen seluruh pihak dalam menjaga kawasan hutan dan jalur pendakian agar tetap aman, bersih, nyaman, serta lestari bagi para pendaki maupun masyarakat sekitar.

Selain membahas pengelolaan jalur pendakian, koordinasi juga menitikberatkan pada upaya edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di kawasan Gunung Seroja. Perhutani bersama pengelola basecamp sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan kerja sama dalam pelaksanaan patroli kebersihan maupun sosialisasi kepada wisatawan.

Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo Naufal Rafif menyampaikan bahwa keberadaan dua basecamp menuju satu puncak harus menjadi kekuatan bersama dalam menjaga kawasan hutan, bukan menjadi sekat atau perbedaan.

Menurutnya, kolaborasi antar-pengelola jalur pendakian sangat penting guna menciptakan tata kelola wisata alam yang baik, tertib, dan berkelanjutan.

“Perhutani sangat mengapresiasi semangat kebersamaan antara pengelola Basecamp Seroja via Tieng dan via Tlogo sebagai wujud sinergi positif untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Gunung Seroja. Perhutani berharap seluruh pihak dapat terus mengedepankan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan keselamatan pendaki,” ujar Naufal Rafif.

Sementara itu, pengelola Basecamp Seroja via Tieng Miftah menyampaikan bahwa koordinasi bersama Perhutani dan pengelola jalur lainnya menjadi langkah penting untuk menyamakan visi dalam pengelolaan wisata pendakian.

Ia menegaskan bahwa kelestarian alam harus menjadi prioritas utama seluruh pengelola maupun para pendaki.

“Kami mendukung penuh kesepakatan bersama ini. Gunung Seroja merupakan aset alam yang harus dijaga bersama. Dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap para pendaki semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan dan mematuhi aturan selama melakukan pendakian,” ungkap Miftah.

Hal senada juga disampaikan pengelola Basecamp Seroja via Tlogo Atep yang berharap sinergi antar-basecamp dapat terus berjalan secara harmonis demi menciptakan suasana pendakian yang aman dan nyaman.

“Meski melalui jalur yang berbeda, tujuan kami sama, yakni menjaga Gunung Seroja tetap lestari dan nyaman untuk semua. Kami siap bersinergi bersama Perhutani dan seluruh pihak agar pengelolaan pendakian dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” kata Atep.

Melalui kegiatan koordinasi tersebut, Perhutani berharap terjalin hubungan yang semakin solid antara seluruh pengelola wisata alam dan masyarakat sekitar dalam mendukung pelestarian hutan serta pengembangan wisata pendakian berbasis kepedulian lingkungan. (Kdu/Nurul)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *