Perhutani KPH Randublatung Gandeng BPBD dan LMDH untuk Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

RANDUBLATUNG, BLORA RAYA (02/06/2026) | Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora yang dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyowati, Selasa (02/06).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring mulai dirasakannya musim kemarau. Apel Siaga Karhutla digelar di Petak 114 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Jatikusumo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kedungjambu, KPH Randublatung, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kawasan hutan di wilayah Blora Selatan dari ancaman kebakaran.

Turut hadir Administratur/Kepala KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, Wakil Administratur Bambang Sunarto, seluruh Asisten Perhutani (Asper) wilayah KPH Randublatung, Tim Reaksi Cepat Bencana Alam BPBD Kabupaten Blora, perwakilan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-RPH Jatikusumo, serta perwakilan Polisi Teritorial (Polter).

Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora Mulyowati menekankan pentingnya deteksi dini, respons cepat, dan gotong royong dalam upaya penanggulangan karhutla.

“Api kecil menjadi kawan jika cepat ditangani, namun akan menjadi lawan apabila terlambat ditangani. Oleh karena itu, kesiapsiagaan sangat penting dilakukan sebelum muncul kepulan asap,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mulyowati juga memberikan materi mengenai penanggulangan bencana sebagai bekal pengetahuan dan wawasan bagi peserta dalam menghadapi potensi karhutla saat menjalankan tugas di lapangan.

Sementara itu, Administratur/Kepala KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro menyatakan kesiapan penuh Perhutani untuk bersinergi dengan BPBD dalam penanggulangan bencana.

“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, kami siap bergerak dan membantu BPBD. Patroli hutan terus ditingkatkan, peralatan pemadam diperiksa secara berkala, dan peran LMDH sebagai garda terdepan dalam pengamanan hutan terus diperkuat karena mereka paling memahami kondisi medan dan titik-titik rawan di sekitar desa,” ungkapnya.

Pemilihan lokasi apel di RPH Jatikusumo bukan tanpa alasan. Selain berada di wilayah strategis antara Blora dan Randublatung, kawasan tersebut memiliki karakteristik lahan kering, banyaknya serasah daun gugur, serta akses menuju kawasan hutan jati yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Melalui kegiatan ini, Perhutani, BPBD, LMDH, dan masyarakat menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan jati Blora. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla sehingga kawasan hutan tetap terjaga dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. (Rdb/Jun)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *