PEKALONGAN TIMUR (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama kru tebang di petak tebangan A wilayah BKPH Karanganyar dalam rangka mengoptimalkan pencapaian target produksi kayu sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan tebangan berjalan sesuai ketentuan teknis dan prinsip pengelolaan hutan lestari.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BKPH Karanganyar, Purwo Karyo Utomo, yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur. Selain memberikan pembinaan kepada para pekerja, ia juga meninjau secara langsung aktivitas kru tebangan guna memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPH Karanganyar, Purwo Karyo Utomo, menyampaikan bahwa percepatan pelaksanaan tebangan merupakan bagian dari strategi Perhutani dalam memenuhi target produksi kayu tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja, kualitas hasil tebangan, dan kelestarian hutan. Oleh karena itu, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh kru tebang menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan.
Selama peninjauan, Purwo Karyo Utomo berdialog langsung dengan para pekerja untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan tebangan, kondisi lapangan, serta berbagai kendala yang dihadapi. Salah satu kru tebang yang turut berdiskusi adalah Ridwan, yang menyampaikan kondisi pekerjaan dan kesiapan tim dalam mendukung percepatan realisasi tebangan.
Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Kepala BKPH Karanganyar, Purwo Karyo Utomo, menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan sarana yang efektif untuk membangun kebersamaan, meningkatkan motivasi kerja, sekaligus memastikan seluruh pekerja memahami pentingnya menjalankan pekerjaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi bagian dari upaya Perhutani untuk memperkuat koordinasi dengan kru tebang. Kami ingin memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja, kualitas hasil tebangan, serta menjaga kelestarian kawasan hutan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap pekerja senantiasa menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menggunakan peralatan sesuai standar, serta menjaga disiplin dalam setiap tahapan pekerjaan. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tebangan tidak hanya diukur dari pencapaian target volume produksi, tetapi juga dari kepatuhan terhadap prosedur kerja dan upaya menjaga kelestarian sumber daya hutan.
Sementara itu, salah seorang kru tebang, Ridwan, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh Perhutani. Menurutnya, kehadiran jajaran BKPH di lokasi tebangan menjadi motivasi tersendiri bagi para pekerja untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kualitas pekerjaan.
“Kami siap mendukung percepatan pelaksanaan tebangan sesuai arahan Perhutani. Dengan adanya pembinaan dan komunikasi secara langsung seperti ini, kami semakin memahami pentingnya bekerja secara aman, disiplin, dan bertanggung jawab,” ungkap Ridwan.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan seluruh tenaga kerja di lapangan dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Pendekatan yang humanis, komunikasi yang intensif, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis.
Ke depan, Perhutani KPH Pekalongan Timur akan terus melaksanakan monitoring dan pembinaan secara berkala terhadap seluruh kegiatan produksi di wilayah kerjanya. Dengan kolaborasi yang kuat antara jajaran Perhutani dan kru tebang, diharapkan target produksi kayu dapat tercapai secara optimal sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari, produktif, dan berkelanjutan demi memberikan manfaat bagi negara dan masyarakat. (Pkt/Ran)
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply