Perhutani Kedu Utara Uji Coba Metode Bor GTS untuk Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Getah Pinus

KEDU UTARA (27/10/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara mengembangkan inovasi penyadapan getah pinus menggunakan teknik bor Gravity Tube System (GTS). Inovasi yang digagas oleh Administratur KPH Kedu Utara ini diujicobakan bersama mitra sadap di petak 15, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pagergunung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ambarawa, pada Senin (26/10). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas getah sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Metode sadap bor GTS dikembangkan sebagai alternatif penyadapan yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Melalui penerapan metode ini, Perhutani berharap produksi getah meningkat dengan kualitas super premium, sementara proses penyadapan menjadi lebih ringan bagi mitra sadap di lapangan.

Administratur KPH Kedu Utara, Dimyati, menyampaikan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus mengembangkan metode kerja yang memberikan manfaat bagi kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Inovasi harus mampu memberikan manfaat nyata. Melalui metode sadap bor GTS, Perhutani ingin mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas getah pinus sekaligus membuka peluang bagi mitra sadap untuk meningkatkan pendapatan. Jika hasil sadapan meningkat, tentu hal tersebut juga akan mendukung pencapaian target produksi perusahaan,” ungkap Dimyati.

Dalam tahap awal penerapan inovasi tersebut, Arfan menjadi mitra sadap yang mengawali uji coba di petak 15 RPH Pagergunung. Keterlibatannya menjadi bagian penting dalam mengamati penerapan metode GTS secara langsung di lapangan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan selanjutnya.

Arfan menyambut baik kesempatan tersebut. Ia berharap metode penyadapan yang dikembangkan dapat memberikan hasil lebih optimal dan membawa perubahan positif bagi kehidupan para penyadap.

“Saya berharap dengan metode sadap bor GTS ini, pendapatan kami sebagai mitra sadap dapat meningkat sehingga membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Hasil getah bisa lebih banyak, kualitasnya lebih baik, dan pekerjaan menjadi lebih ringan,” ujar Arfan.

Melalui inovasi yang digagas Administratur KPH Kedu Utara dan diujicobakan bersama mitra sadap, Perhutani terus mendorong sinergi antara perusahaan dan masyarakat. Upaya ini menjadi langkah menuju pengelolaan hutan yang produktif, ramah lingkungan, serta mampu memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi semua pihak. (Kdu/Nurul)

Editor: Annisha

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *