Hadapi Kemarau Panjang, Perhutani Kedu Utara Perkuat Personel dan Prasarana Pengendali Api

KEDU UTARA (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Boyolali pada Rabu (24/06). Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Komitmen, Satu Aksi Nyata, Wujudkan Jawa Tengah Bebas Karhutla” sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

Apel kesiapsiagaan diikuti oleh unsur pemerintah daerah, instansi kehutanan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, relawan kebencanaan, komunitas pecinta alam, pengelola kawasan hutan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dari seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, mitigasi, serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat akibat pengaruh fenomena El Nino yang memicu kondisi cuaca lebih kering dan memperpanjang musim kemarau di sejumlah wilayah.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syilendra, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen penuh mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan wilayah yang bebas dari kebakaran hutan dan lahan melalui langkah-langkah pencegahan yang terpadu dan berkelanjutan.

“Perhutani KPH Kedu Utara siap bersinergi bersama seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Melalui apel kesiapsiagaan ini, kami semakin memperkuat koordinasi, meningkatkan kesiapan personel, serta memastikan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran selalu siap digunakan sewaktu-waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan terus menjadi prioritas melalui patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, pemasangan papan imbauan, serta penguatan komunikasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), dan kelompok masyarakat peduli api.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, menyampaikan bahwa Jawa Tengah memiliki kawasan hutan seluas sekitar 1,38 juta hektare atau 42,56 persen dari total luas daratan provinsi yang memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Luasan tersebut terdiri atas sekitar 649 ribu hektare hutan negara dan sekitar 735 ribu hektare hutan rakyat yang memiliki peran penting secara ekologis, ekonomi, maupun sosial. Oleh karena itu, kawasan hutan harus dijaga bersama dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Melalui semangat “Satu Komitmen, Satu Aksi Nyata, Wujudkan Jawa Tengah Bebas Karhutla”, seluruh peserta apel diharapkan dapat memperkuat kolaborasi serta mempercepat langkah nyata dalam menjaga kelestarian sumber daya hutan di Jawa Tengah agar terus memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Keikutsertaan Perhutani KPH Kedu Utara dalam apel kesiapsiagaan ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari serta menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. (Kdu/Nurul)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *