PURWODADI, PERHUTANI (2/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat implementasi budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dengan melaksanakan kegiatan Inspeksi dan Investigasi K3L di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Sambirejo, Kamis (02/07). Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai standar keselamatan sehingga tercipta kondisi kerja yang aman, nyaman, produktif, serta mendukung target Zero Accident.
Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadibersama Tim K3L KPH Purwodadi. Turut hadir jajaran petugas TPK Sambirejo serta tenaga kerja bongkar muat yang berasal dari masyarakat sekitar TPK Sambirejo.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi area kerja, kelengkapan alat pelindung diri (APD), sarana dan prasarana keselamatan kerja, prosedur bongkar muat kayu, kesiapan peralatan, hingga identifikasi potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja maupun dampak terhadap lingkungan. Selain inspeksi lapangan, tim juga memberikan pembinaan kepada seluruh pekerja mengenai pentingnya disiplin dalam menerapkan prosedur K3L pada setiap tahapan pekerjaan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Aries Supriyanto, menyampaikan bahwa penerapan K3L merupakan komitmen Perhutani dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pekerja.
“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional Perhutani. Melalui inspeksi dan investigasi K3L ini, kami memastikan seluruh aktivitas di TPK Sambirejo dilaksanakan sesuai standar keselamatan sehingga target Zero Accident dapat tercapai. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga kelancaran distribusi hasil hutan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung penerimaan negara, serta menjamin pengelolaan hutan yang lestari,” ujar Aries.
Ia menambahkan bahwa budaya K3L tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga seluruh pekerja yang terlibat dalam kegiatan operasional. Dengan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, risiko kecelakaan dapat diminimalkan sehingga produktivitas kerja tetap terjaga.
Sementara itu, salah seorang tenaga kerja bongkar muat TPK Sambirejo, Magiarto, mengaku merasakan manfaat dari pembinaan dan pengawasan yang rutin dilakukan Perhutani.
“Kami merasa lebih aman dan terlindungi karena selalu diingatkan untuk menggunakan APD dan bekerja sesuai prosedur. Perhutani tidak hanya memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga memperhatikan keselamatan kami. Dengan kondisi kerja yang aman, kami bisa bekerja lebih tenang dan produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Magiarto.
Melalui kegiatan inspeksi dan investigasi K3L yang dilakukan secara berkala, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan ramah lingkungan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan hasil hutan yang profesional, meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, keberlangsungan usaha kehutanan, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Editor : Diono
















Leave a Reply