CEPU (03/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pucung menggelar temu wicara bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Asri, Desa Kedungtuban, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, pada Kamis (03/07). Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan LMDH dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa LMDH memiliki peran strategis sebagai mitra Perhutani dalam menjembatani kepentingan masyarakat desa sekitar hutan dengan pengelolaan kawasan hutan. Keberadaan LMDH diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian fungsi hutan secara berkelanjutan.
Mewakili Administratur KPH Cepu, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pucung, Tri Suhariyadi, mengatakan bahwa Pulau Jawa hanya memiliki sekitar enam persen dari luas daratan Indonesia, namun dihuni oleh sekitar 60 persen jumlah penduduk Indonesia. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Perhutani sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberi mandat untuk mengelola hutan negara agar mampu menjaga keseimbangan antara kelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Interaksi antara masyarakat dan kawasan hutan tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem hutan. Tanpa pelibatan masyarakat, pengelolaan hutan akan sulit dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Wono Asri, Darjiyanto, mengatakan bahwa LMDH merupakan wadah yang dibentuk oleh masyarakat desa sekitar hutan untuk mendukung pengelolaan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“LMDH memiliki peran penting sebagai mitra Perhutani dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan, pengawasan, dan perlindungan kawasan hutan mampu menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi potensi bencana, serta membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar hutan,” ungkapnya.
Melalui temu wicara tersebut, Perhutani berharap sinergi dengan LMDH semakin kuat sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan secara lestari, produktif, dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan. (Cpu/Pai).
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply