Sokong Pasokan Gula Nasional, Perhutani Purwodadi Targetkan Panen Raya Tebu di 429 Hektare Lahan Hutan

PURWODADI (09/07/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung Program Swasembada Gula Nasional yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2026, KPH Purwodadi menargetkan produksi 30.090 ton tebu yang dibudidayakan melalui skema Kemitraan Kehutanan dan Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di kawasan hutan seluas 429,86 hektare.

Hingga awal Juli 2026, realisasi produksi telah mencapai sekitar 7.600 ton atau lebih dari 25 persen dari target tahunan. Hasil panen tersebut secara bertahap dikirim ke sejumlah pabrik gula, yakni PG Rendeng Kudus, PG Trangkil Pati, dan PG Madukismo Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan baku industri gula nasional.

Pengembangan tebu berbasis agroforestry di kawasan hutan menjadi salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan ruang tumbuh tanpa mengurangi fungsi pokok kawasan hutan. Melalui pola ini, Perhutani tidak hanya mendukung peningkatan produksi gula nasional, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat desa hutan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan.

Program Agroforestry Tebu Mandiri dilaksanakan melalui sinergi antara Perhutani, petani penggarap, dan mitra industri gula. Kolaborasi tersebut menciptakan sistem usaha kehutanan yang produktif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan mengatakan bahwa capaian produksi hingga pertengahan tahun menjadi indikator positif terhadap pencapaian target produksi tahun 2026.

“Target produksi tebu KPH Purwodadi pada tahun 2026 sebesar 30.090 ton. Hingga saat ini kami telah merealisasikan sekitar 7.600 ton dan optimistis target tersebut dapat tercapai pada akhir musim giling. Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Perhutani bersama mitra, petani, dan pabrik gula dalam mengembangkan Agroforestry Tebu Mandiri maupun pola kemitraan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan lestari sehingga produktivitas meningkat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan,” ujar Administratur KPH Purwodadi Untoro Tri Kurniawan.

Ia menambahkan bahwa pengembangan komoditas tebu di kawasan hutan merupakan implementasi konsep ekonomi hijau (green economy), yaitu pemanfaatan lahan secara produktif dengan tetap menjaga kelestarian tegakan, konservasi tanah dan air, serta keberlanjutan ekosistem hutan.

Sementara itu, General Manager PG Rendeng Erwin Fitri Hatmoko mengapresiasi komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam menjaga kontinuitas pasokan bahan baku tebu bagi industri gula nasional.

“Perhutani KPH Purwodadi merupakan mitra strategis yang mampu menyediakan pasokan tebu secara berkelanjutan. Realisasi produksi yang telah mencapai sekitar 7.600 ton menunjukkan progres yang sangat baik menuju target 30.090 ton pada tahun ini. Kami berharap sinergi yang telah terjalin terus diperkuat sehingga mampu mendukung peningkatan produksi gula nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan,” ujar General Manager PG Rendeng Erwin Fitri Hatmoko.

Selain memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi gula, Program Agroforestry Tebu Mandiri juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Program ini membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani mitra, memperkuat kelembagaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis kehutanan yang berkelanjutan.

Melalui penerapan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari, seluruh kegiatan budidaya tebu dilaksanakan sesuai kaidah teknis kehutanan dengan menjaga keberadaan tegakan, mencegah degradasi lahan, serta mempertahankan fungsi ekologis kawasan hutan. Dengan demikian, kawasan hutan tetap menjalankan fungsi konservasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target Swasembada Gula Nasional.

Ke depan, Perhutani KPH Purwodadi optimistis target produksi 30.090 ton tebu pada tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi yang kuat bersama para pemangku kepentingan. Keberhasilan tersebut diharapkan semakin memperkuat peran sektor kehutanan dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi hijau, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Pwd/Aris)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *