Perhutani KPH Banyumas Timur Tanamkan Kepedulian Lingkungan melalui Aksi Penanaman Bersama Pemuda

BANYUMAS TIMUR (03/08/2026) | Menanam pohon bukan sekadar menambah tutupan hijau di kawasan hutan. Kegiatan tersebut juga menjadi cara membangun kepedulian generasi muda agar semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan sejak dini. Dengan melibatkan pemuda secara langsung, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap hutan yang akan terus terbawa hingga masa mendatang.

Semangat itu diwujudkan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur melalui kegiatan penanaman bersama Kelompok Pemuda Sirau Karanggintung di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Picung, Minggu (02/08).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Perhutani memperluas keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan pemuda, dalam mendukung rehabilitasi dan pelestarian kawasan hutan. Selain melakukan penanaman, peserta juga mendapat edukasi mengenai pentingnya merawat tanaman setelah ditanam agar mampu tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, mengatakan bahwa keberhasilan penanaman tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari komitmen untuk merawatnya hingga tumbuh.

“Perhutani ingin mengajak generasi muda mengenal hutan lebih dekat. Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal membangun kepedulian agar mereka ikut menjaga dan merawat hutan di masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pemuda memiliki arti penting karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari perubahan iklim hingga berkurangnya tutupan hutan. Semakin dini kesadaran tersebut dibangun, semakin besar peluang terciptanya budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.

Ketua Kelompok Pemuda Sirau Karanggintung, Rasono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan.

“Kami senang bisa terlibat bersama Perhutani. Menanam pohon membuat kami memahami bahwa menjaga hutan tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Langkah sederhana seperti menanam dan merawat pohon juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Kepala RPH Picung, Ngimron, yang memantau langsung kegiatan penanaman tersebut menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan penanaman merupakan investasi jangka panjang bagi kelestarian hutan di wilayahnya. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui kegiatan nyata agar masyarakat, khususnya anak muda, semakin memahami manfaat hutan bagi kehidupan.

“Kami mengapresiasi kelompok pemuda yang telah melibakan Perhutani. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama untuk merawat pohon dan menjaga hutan agar tetap lestari,” ujarnya.

Bagi masyarakat, penanaman pohon sering kali dianggap selesai ketika bibit sudah masuk ke dalam tanah. Padahal, tahap yang paling menentukan justru dimulai setelahnya. Tanaman membutuhkan pemeliharaan, perlindungan dari gangguan, dan pemantauan pertumbuhan agar mampu berkembang menjadi tegakan yang sehat.

Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam upaya pelestarian hutan. Kolaborasi dengan komunitas pemuda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berkembang menjadi komitmen bersama untuk menjaga kawasan hutan agar tetap produktif, lestari, dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar. (Byt/Mei)

Editor: Diono

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *