BALAPULANG, BREBES RAYA (11/8/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang memberikan pengalaman praktik lapangan mengenai perencanaan pengelolaan hutan kepada delapan mahasiswa Universitas Winaya Mukti (Unwim), Fakultas Kehutanan, Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 25 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kertasari, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Banjarharjo Timur.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tata kelola hutan yang diterapkan Perhutani, mulai dari persiapan lahan hingga tahapan pengelolaan hutan lainnya. Pembelajaran lapangan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai proses pengelolaan hutan secara terencana dan berkelanjutan.
Mewakili Administratur KPH Balapulang, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan, Biawnillah, menjelaskan proses penataan hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan yang menjadi dasar dalam mengatur pemanfaatan, pengamanan, serta menjaga kelestarian sumber daya hutan di Pulau Jawa dan Madura.
“Inti dari proses ini meliputi inventarisasi potensi hutan, penataan batas wilayah kerja, serta penyusunan target jangka panjang dan tahunan. Tujuan pengelolaan hutan di antaranya menjaga kelestarian lingkungan, mengoptimalkan produksi, dan menyusun strategi untuk meminimalkan risiko kegagalan penanaman sejak dini,” jelasnya.
Menurutnya, pemahaman mengenai perencanaan pengelolaan hutan penting diberikan kepada mahasiswa kehutanan agar mereka memiliki gambaran mengenai proses pengelolaan hutan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, persiapan penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan.
Ketua Regu Mahasiswa Unwim, Asep Koswara, menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan pembelajaran yang diberikan selama kegiatan praktik lapangan di KPH Balapulang.
“Kami bersama teman-teman mendapatkan pengetahuan secara langsung melalui praktik lapangan di KPH Balapulang. Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat kami implementasikan ketika sudah bekerja nanti. Selama berada di KPH Balapulang, banyak ilmu yang kami serap secara langsung, mulai dari perencanaan, persiapan penanaman, hingga pemanenan. Kami mendapatkan pembelajaran dari Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH), Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), dan Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Hutan,” ungkap Asep.
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang terus membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa kehutanan melalui kegiatan praktik lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengelolaan hutan sekaligus mendukung peningkatan kompetensi generasi muda di bidang kehutanan. (Bpl/Jul).
Editor: Diono
Copyright © 2026
















Leave a Reply