CEPU (20/08/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu) melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonogadung bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Sejahtera Desa Ketringan melaksanakan patroli pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Rabu (19/08).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang dapat menyebabkan vegetasi hutan mengering sehingga mudah terbakar apabila terkena sumber api.
Kepala BKPH Wonogadung, Samino, mewakili Administratur KPH Cepu, menyampaikan bahwa musim kemarau ekstrem membawa ancaman serius terhadap kelestarian kawasan hutan. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak.
“Musim kemarau dengan kondisi panas dan angin kencang meningkatkan potensi kebakaran hutan. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Sedikit saja ada sumber api, dampaknya dapat meluas dan mengancam ekosistem serta kesehatan masyarakat akibat asap,” ujar Samino.
Menyikapi potensi tersebut, Perhutani bersama LMDH Wana Sejahtera terus mengintensifkan kegiatan pencegahan melalui patroli rutin di kawasan hutan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dalam menekan potensi kerusakan hutan sekaligus mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan apabila terjadi kebakaran.
Kepala BKPH Wonogadung, Samino, menjelaskan bahwa salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah meningkatkan patroli secara berkala di sejumlah lokasi yang memiliki potensi rawan kebakaran. Perhutani bersama LMDH Wana Sejahtera menyisir kawasan hutan melalui jalur darat serta memanfaatkan drone untuk membantu pemantauan dari udara.
“Kami terus meningkatkan patroli dan pemantauan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ditemukan adanya sumber api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.
Selain melakukan pemantauan kawasan, tim patroli juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Edukasi diberikan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar serta berbagai aktivitas lain yang dapat menjadi sumber munculnya api.
Ketua LMDH Wana Sejahtera, Tambah, mengatakan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan kawasan hutan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mendukung upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan, termasuk kebakaran.
“Kami bersama masyarakat terus mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan asap, api, atau kondisi yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas Perhutani agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Tambah.
Patroli bersama tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara Perhutani dan LMDH dalam menjaga kawasan hutan. Komunikasi yang baik diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan potensi gangguan di lapangan.
Perhutani KPH Cepu terus mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan kelestarian hutan, terutama selama musim kemarau. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas Perhutani, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di sekitar kawasan hutan.
Melalui patroli yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, Perhutani bersama LMDH Wana Sejahtera berkomitmen menjaga kawasan hutan tetap aman dan lestari. Dengan deteksi dini, pencegahan, serta koordinasi yang baik, potensi kebakaran hutan diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
Dengan semangat kebersamaan, Perhutani dan masyarakat terus memperkuat upaya perlindungan hutan agar tetap memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar secara berkelanjutan. (Cpu/Pai)
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply