Mahasiswa UNWIM Pelajari Keunggulan JPP SP di KPH Balapulang

BALAPULANG (23/08/2026) | Memasuki hari ke-15 praktik lapangan, mahasiswa Universitas Winaya Mukti (UNWIM) Bandung mendapatkan pembelajaran mengenai Jati Plus Perhutani Stek Pucuk (JPP SP) di Perum Perhutani KPH Balapulang. Para mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan tanaman JPP SP yang telah dikembangkan di sejumlah petak tanaman KPH Balapulang.

JPP SP merupakan salah satu produk unggulan Perum Perhutani hasil pemuliaan pohon yang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan tanaman jati konvensional. Tanaman tersebut dikenal memiliki pertumbuhan relatif cepat, batang lurus, serta diameter yang lebih besar sehingga berpotensi menghasilkan produktivitas kayu yang tinggi.

Administratur KPH Balapulang, Angkat Wijanto, menjelaskan berbagai keunggulan JPP SP, mulai dari pertumbuhan, bentuk batang, hingga proses pembibitan dan pemeliharaannya.

“Keunggulan JPP SP antara lain pertumbuhannya cepat sehingga masa panen lebih singkat, memiliki batang besar dan lurus, serta tinggi bebas cabang yang baik. Bibit berasal dari pucuk dengan materi genetik unggulan sehingga memiliki sifat genetik yang seragam seperti induknya. Produktivitas volume kayu per hektare pada usia panen juga jauh lebih tinggi dibandingkan jati lokal,” terang Angkat.

Ia menambahkan, proses persemaian JPP SP dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemilihan pucuk tunas trubusan yang baik, pemberian hormon atau zat pengatur tumbuh untuk mempercepat pembentukan akar, hingga proses induksi dan aklimatisasi sebelum bibit dipindahkan ke lapangan.

Menurut Angkat, pengenalan JPP SP kepada mahasiswa menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan hutan, khususnya penerapan hasil pemuliaan pohon dalam meningkatkan produktivitas tanaman kehutanan.

Sementara itu, Ketua Regu Praktik Mahasiswa UNWIM, Asep Koswara, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Perhutani KPH Balapulang yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan secara langsung di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Administratur KPH Balapulang beserta seluruh jajaran. Selama praktik di KPH Balapulang, banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan. Semoga setelah kembali dari praktik, ilmu yang kami peroleh dapat kami implementasikan dan manfaatkan di kemudian hari,” pungkas Asep.

Kegiatan praktik lapangan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengelolaan hutan secara profesional sekaligus mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan Perum Perhutani dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kehutanan. (Bpl/Jul)

Editor: Nasyia
Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *