MANTINGAN (01/09/2026) | Dukung Energi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat, KPH Mantingan Koordinasi dengan PT SMOR – Semen Indonesia Bahas Kerja Sama Bahan Baku Gamal. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melalui Administratur KPH Mantingan, Rohasan, didampingi Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata serta Kepala Sub Seksi Produksi, melakukan koordinasi dengan PT Sinergi Mitra Operasi Rembang (SMOR), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, pada Selasa pagi (01/09).
Pertemuan dilaksanakan di Kantor KPH Mantingan, Jalan Diponegoro Nomor 65, Kabupaten Rembang. Koordinasi tersebut membahas rencana kerja sama penyediaan bahan baku gamal biomassa sebagai bahan bakar alternatif atau cofiring untuk memenuhi kebutuhan PT Semen Indonesia Pabrik Rembang.
Hadir dalam pertemuan tersebut Administratur KPH Mantingan, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Sub Seksi Produksi, serta perwakilan PT SMOR – PT Semen Indonesia, Bayu Arga.
Administratur KPH Mantingan, Rohasan, menyampaikan bahwa wilayah KPH Mantingan memiliki potensi besar untuk mengembangkan tanaman gamal sebagai bahan baku biomassa. Tanaman tersebut dapat dikembangkan di lahan kritis maupun pada batas petak dengan tetap memperhatikan ketentuan pengelolaan kawasan.
Menurut Rohasan, KPH Mantingan siap menjadi fasilitator antara PT SMOR dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan masyarakat melalui pola kemitraan dan pengembangan plasma biomassa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berupa peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, serta dukungan terhadap program penurunan emisi karbon PT Semen Indonesia.
“Kami siap memfasilitasi penyediaan bahan baku dan menjadikan Rembang sebagai contoh sinergi BUMN, Perhutani, dan masyarakat dalam pengembangan energi baru terbarukan. Ini peluang yang baik. Hutan dapat menjadi lebih produktif, masyarakat memperoleh kesempatan kerja, dan perusahaan mendapatkan sumber energi hijau. KPH Mantingan siap memfasilitasi. Target awal kita 50 hektare,” ujar Rohasan.
Rohasan menambahkan, kerja sama tersebut perlu dipersiapkan secara matang, termasuk melalui pemetaan potensi lahan, koordinasi dengan LMDH dan masyarakat, serta survei lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar pengembangan gamal biomassa dapat berjalan sesuai dengan prinsip kelestarian hutan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Perwakilan PT SMOR – PT Semen Indonesia, Bayu Arga, mengapresiasi sambutan dan dukungan yang diberikan KPH Mantingan. Menurutnya, kebutuhan biomassa untuk industri cukup besar dan memerlukan pasokan yang berkelanjutan.
“Kami dari PT Sinergi Mitra Operasi Rembang mengapresiasi sambutan KPH Mantingan. Kebutuhan biomassa kami cukup besar dan berkelanjutan. Dengan potensi lahan serta keberadaan LMDH di wilayah KPH Mantingan, kami optimistis target dapat tercapai. Kami akan membentuk tim kecil untuk mempercepat proses kerja sama dan melakukan survei lapangan,” ujar Bayu.
Kerja sama pengembangan gamal biomassa tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengembangan energi hijau dan pengurangan emisi karbon. Selain mendukung kebutuhan industri, program tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lahan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat desa hutan.
Perhutani KPH Mantingan dan PT SMOR – PT Semen Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi dan pembahasan lebih lanjut guna mematangkan rencana kerja sama tersebut. Dengan sinergi antara Perhutani, dunia usaha, dan masyarakat, pengembangan biomassa diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Administratur KPH Mantingan, Rohasan, menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus memberikan manfaat bagi seluruh pihak dengan tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan. “Kerja sama ini harus memberikan manfaat bagi semua pihak. Perusahaan mendapatkan bahan baku, masyarakat memperoleh penghasilan, dan hutan tetap lestari. Itu prinsip kita,” tegas Rohasan.(Kom-PHT/Mnt/Ism)
Editor: Febby
Copyright © 2026
















Leave a Reply