BANYUMAS TIMUR (06/09/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur memperkuat komunikasi sosial (komsos) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Sekar Arum sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (05/09). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga Desa Karangjambu untuk meningkatkan kewaspadaan serta membangun kepedulian bersama terhadap keamanan kawasan hutan.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Slamet Timur, Bambang Sutanto, menyampaikan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan kawasan hutan. Menurutnya, informasi mengenai potensi kebakaran dapat lebih cepat diketahui apabila komunikasi antara petugas, KTH, dan masyarakat berjalan secara aktif.
“Pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan oleh petugas Perhutani. Masyarakat sekitar hutan memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak awal. Karena itu, komunikasi dan sosialisasi harus terus dilakukan agar kewaspadaan menjadi bagian dari kebiasaan bersama,” ujarnya.
Komsos bersama KTH Sekar Arum menjadi ruang untuk menyamakan langkah dalam menghadapi potensi karhutla. KTH memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat desa hutan dan memahami kondisi aktivitas warga di sekitar kawasan.
Dalam sosialisasi kepada warga Desa Karangjambu, Perhutani menyampaikan pentingnya menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api, terutama pada kondisi cuaca kering. Warga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun sisa kegiatan pertanian di lokasi yang berdekatan dengan kawasan hutan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Selain mencegah munculnya api, masyarakat juga didorong untuk mengenali tanda-tanda awal kebakaran. Asap atau titik api yang terlihat dari kawasan hutan perlu segera disampaikan kepada petugas Perhutani, pengurus KTH, pemerintah desa, atau pihak terkait sehingga dapat dilakukan pengecekan dan penanganan lebih cepat.
Ketua KTH Sekar Arum, Imam Ahmadi, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung upaya Perhutani dalam memperkuat kewaspadaan masyarakat. Menurutnya, KTH memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kawasan hutan karena keberadaan hutan juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar.
“Kami siap membantu Perhutani menyampaikan informasi kepada warga. Masyarakat harus memahami bahwa kebakaran hutan bisa berdampak luas. Karena itu, pencegahannya harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti tidak sembarangan menggunakan api dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran,” ungkapnya.
Perhutani menilai keterlibatan KTH dalam kegiatan tersebut menjadi kekuatan tersendiri. KTH dapat menjadi penghubung komunikasi antara petugas dengan masyarakat, sekaligus membantu membangun kesadaran bahwa menjaga hutan merupakan kepentingan bersama.
Kegiatan sosialisasi juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan bahwa karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan tegakan dan ekosistem. Kebakaran dapat mengganggu kualitas udara, mengancam habitat satwa, merusak tanah, serta berdampak pada aktivitas dan sumber penghidupan masyarakat sekitar hutan.
Karena itu, pendekatan pencegahan dilakukan melalui tiga hal yang saling berkaitan, yaitu edukasi, deteksi dini, dan komunikasi cepat. Edukasi diperlukan agar masyarakat memahami sumber risiko. Deteksi dini membantu menemukan potensi kebakaran sebelum meluas. Sementara komunikasi cepat memastikan informasi dari lapangan dapat segera diterima dan ditindaklanjuti.
Perhutani KPH Banyumas Timur berharap sinergi bersama KTH Sekar Arum dan masyarakat Desa Karangjambu dapat terus berjalan. Bukan hanya dalam menghadapi musim kemarau, tetapi sebagai bagian dari budaya menjaga hutan secara berkelanjutan.
Melalui komsos dan sosialisasi yang dilakukan secara langsung, Perhutani ingin memastikan bahwa pesan pencegahan karhutla tidak berhenti di lingkungan petugas. Pesan tersebut perlu sampai kepada masyarakat yang setiap hari hidup berdampingan dengan kawasan hutan.
Hutan yang aman dari kebakaran bukan hanya menjadi keberhasilan Perhutani. Ketika masyarakat ikut waspada, cepat melapor, dan menghindari aktivitas yang berisiko menimbulkan api, maka perlindungan hutan menjadi gerakan bersama dari tingkat tapak.
Pesan yang Disampaikan: Cerita Penjaga Hutan — menjaga hutan dimulai dari kepedulian orang-orang yang paling dekat dengannya. Ketika Perhutani, KTH, dan warga saling mengingatkan, potensi kebakaran dapat dicegah sebelum menjadi bencana. (Byt/Mei)
Editor: Annisha
Copyright © 2026
















Leave a Reply