RANDUBLATUNG (11/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Randublatung melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan dekat Warung Wotlemah Sor Tower, Kamis (10/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan Forkopimcam Randublatung. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Randublatung Tarkum, Komandan Rayon Militer (Danramil) Randublatung Teguh Linarto, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Randublatung Giyanto, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boto Jumadi, serta sejumlah warga sekitar hutan.
Administratur KPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boto Jumadi menyampaikan bahwa sebagian besar kebakaran hutan sering kali berawal dari kelalaian atau ketidaksengajaan manusia. Salah satu contohnya adalah membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan atau kawasan yang terdapat bahan mudah terbakar.
“Monggo kita selalu waspada dan saling mengingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Mari kita bersama-sama menjaga hutan. Kita selalu berbuat baik, kebaikan dan kebaikan, insyaallah kebaikan yang kita lakukan akan mendatangkan kebaikan pula,” ungkapnya.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung melalui Danramil Randublatung Teguh Linarto menyampaikan materi mengenai penanggulangan kebakaran secara umum. Ia menekankan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian bersama, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas maupun tinggal di sekitar kawasan hutan.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung bersama Forkopimcam Randublatung juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya Karhutla. Camat Randublatung Tarkum menyampaikan bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain kondisi alam maupun kelalaian manusia. Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terlebih dalam kondisi cuaca yang kering.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung melalui kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan kelestarian hutan. Kapolsek Randublatung Giyanto memberikan penegasan sekaligus imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan. Menurutnya, upaya pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dengan meningkatkan kepedulian dan segera melaporkan apabila ditemukan potensi kebakaran.
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini. Sinergi antara Perhutani, Forkopimcam, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga kawasan hutan agar tetap aman dan lestari serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (Rdb/Jun)
Editor: Farah
Copyright ©️ 2026
















Leave a Reply