Perhutani Dukung Pengukuran Ketahanan Daerah Kabupaten Grobogan

GROBOGAN (11/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang turut mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Grobogan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Jumat (11/09). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana di wilayah Kabupaten Grobogan.

Perhutani KPH Semarang melalui Kepala Sub Seksi Perencanaan Sumber Daya Hutan (SDH), Muhammad Jakfar, hadir dalam FGD yang berlangsung di Aula Tangguh BPBD Kabupaten Grobogan tersebut. Keterlibatan Perhutani merupakan bentuk dukungan terhadap upaya bersama dalam meningkatkan ketahanan daerah menghadapi potensi bencana.

Perhutani KPH Semarang menjelaskan bahwa kegiatan FGD tersebut merupakan bagian dari proses penilaian IKD Kabupaten Grobogan Tahun 2026. Melalui forum tersebut dilakukan pembahasan dan validasi terhadap berbagai indikator yang menggambarkan kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Hasil penilaian IKD diharapkan dapat menjadi salah satu bahan dalam memperkuat kebijakan dan strategi pengurangan risiko bencana di daerah.

Perhutani KPH Semarang melalui Kepala Sub Seksi Perencanaan SDH, Muhammad Jakfar, menyampaikan bahwa keterlibatan Perhutani dalam FGD merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun ketahanan wilayah.

“Perhutani KPH Semarang mendukung pelaksanaan FGD Penilaian IKD Kabupaten Grobogan Tahun 2026. Sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya penting untuk meningkatkan upaya pencegahan serta pengurangan risiko bencana, khususnya dalam menjaga kawasan hutan dan lingkungan di wilayah kerja Perhutani,” ujar Jakfar.

Perhutani KPH Semarang melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Umi Farah Zumaini, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga fungsi lingkungan dan mendukung ketahanan wilayah.

“Perhutani berkomitmen untuk terus mendukung kolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Koordinasi dan sinergi lintas sektor diperlukan agar langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi,” jelas Umi.

Perhutani KPH Semarang bersama BPBD Kabupaten Grobogan juga terus mendorong penguatan koordinasi dalam proses penilaian IKD. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, mengatakan bahwa FGD tersebut merupakan bagian penting dalam proses penilaian IKD sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarinstansi.

“FGD ini merupakan bagian dari proses penilaian Indeks Ketahanan Daerah Kabupaten Grobogan Tahun 2026. Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi melalui penyampaian data dan informasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga hasil penilaian dapat menjadi gambaran kapasitas daerah sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana,” ungkap Wahju.

Perhutani KPH Semarang melalui keikutsertaannya dalam FGD tersebut menegaskan komitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus mendukung terciptanya wilayah yang tangguh dan berkelanjutan. (Smg/Noe)

Editor: Farah

Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *