TELAWA (15/09/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa menerima kunjungan Perwira Seksi Logistik Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta, Kapten Cba Tri Rusman S, dalam rangka koordinasi rencana pembangunan Brigade Infanteri (Brigif) dan Batalyon Teritorial Pembangunan (Batalyon TP), Senin (15/09). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari koordinasi rencana percepatan pembangunan Batalyon TP oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Perhutani KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gemolong, Susanto, menerima rombongan Kodim 0735/Surakarta yang didampingi Komandan Rayon Militer (Danramil) 18/Kemusu, Kapten Infanteri Sardi, beserta jajarannya di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Grenjengan, BKPH Gemolong, KPH Telawa. Dalam kegiatan tersebut, Kodim 0735/Surakarta melaksanakan survei lokasi sebagai bagian dari rencana pembangunan Brigif dan Batalyon TP.
Perhutani KPH Telawa melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gemolong, Susanto, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung setiap rencana strategis nasional dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Perhutani memastikan setiap rencana pemanfaatan lahan, khususnya yang berkaitan dengan kawasan hutan, tetap sesuai dengan fungsi kawasan dan ketentuan yang berlaku.
“Sinergi ini penting agar rencana pembangunan Brigif dan Batalyon TP dalam proses Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) nantinya dapat berjalan dengan baik. Perhutani sebagai pengelola hutan tidak memiliki kewenangan dalam pemberian persetujuan penggunaan kawasan hutan karena kewenangan tersebut berada pada Kementerian Kehutanan,” ujar Susanto.
Perhutani KPH Telawa menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut, rombongan Kodim 0735/Surakarta mengecek lokasi rencana pembangunan Brigif di RPH Grenjengan, BKPH Gemolong, petak 156, seluas 48,1 hektare serta lokasi rencana pembangunan Batalyon TP di petak 149 dan 150, seluas 68 hektare.
Perhutani KPH Telawa mencatat bahwa Perwira Seksi Logistik Kodim 0735/Surakarta, Kapten Cba Tri Rusman S, menyampaikan bahwa kegiatan penentuan lokasi Brigif dan Batalyon TP merupakan bagian dari proses pemantapan perencanaan sebelum pelaksanaan di lapangan.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk Perhutani, guna memastikan bahwa rencana pembangunan Batalyon TP ini memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi teknis maupun legal. Kesesuaian lokasi dan dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini,” jelasnya.
Perhutani KPH Telawa menegaskan bahwa keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang dan kawasan hutan.
Perhutani KPH Telawa berharap melalui kegiatan tersebut terjalin koordinasi yang semakin solid antara TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, percepatan pembangunan Batalyon TP dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung keamanan wilayah. (Kom-PHT/TLW/W3P)
Editor: Intan
Copyright © 2026
















Leave a Reply