Cegah Karhutla, Perhutani Balapulang Rapatkan Barisan Lintas Sektor

BALAPULANG (3/7/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Balapulang memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder dalam mengantisipasi dan meminimalkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau tahun 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Balapulang bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Balapulang, Komando Rayon Militer (Koramil) 17 Balapulang, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto.

Mewakili Administratur KPH Balapulang, Kepala Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan (KSS HKAP), Djuli Kusnadi, menyampaikan bahwa koordinasi lintas instansi sangat penting mengingat sebagian kawasan hutan KPH Balapulang berbatasan langsung dengan jalur rel kereta api, khususnya di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari dan BKPH Pengarasan.

“Pertemuan ini sangat penting bagi kami karena terdapat sejumlah petak hutan yang berada di sepanjang jalur rel kereta api ruas Tegal–Purwokerto. Oleh karena itu, kami menggandeng PT KAI, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga aset negara sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan. Kami juga terus menyosialisasikan kepada para penggarap agar tidak membakar serasah maupun sisa hasil panen, baik padi maupun jagung, karena berpotensi memicu kebakaran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Resort Jalan dan Jembatan PT KAI Wilayah Tegal–Prupuk, Martono, mengapresiasi inisiatif Perhutani dalam menyelenggarakan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarlembaga sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan jalur rel kereta api yang melintasi kawasan hutan.

“Selama ini kami telah menjalin kerja sama yang baik dengan Perhutani, terutama dalam kegiatan perawatan rel dan jembatan yang berada di kawasan hutan. Perhutani juga kerap memberikan informasi apabila terdapat kondisi di sekitar jalur rel yang memerlukan penanganan. Dalam upaya pencegahan karhutla, koordinasi ini sangat membantu karena keberadaan asap di sekitar jalur rel dapat mengganggu jarak pandang masinis,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Balapulang melalui Kepala Satuan Samapta, Jujuk, menyambut baik terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. Ia mengatakan bahwa Polri berkomitmen mendukung upaya pencegahan karhutla melalui kegiatan pemantauan, patroli, serta pelaporan secara berjenjang apabila terjadi kebakaran.

“Melalui koordinasi ini, kami berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah-langkah pencegahan sehingga potensi kebakaran, baik di kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan, dapat diminimalkan,” ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, Perhutani berharap upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif sehingga keamanan kawasan hutan, keselamatan jalur transportasi kereta api, serta kelestarian lingkungan tetap terjaga selama musim kemarau. (BPL/Jul.)

Editor : Naya

Copyright @2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *