KEDU UTARA (29/06/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli dan pemantauan aktivitas wisata pendakian Gunung Kembang via Lengkong yang berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sigedang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan keselamatan pendaki sekaligus memberikan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat (26/06).
Patroli dilakukan bersama pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kembang via Lengkong dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan jalur pendakian, sarana pendukung wisata, serta memastikan kesiapan pengelola dalam mengawasi aktivitas para pendaki yang memasuki kawasan hutan.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, Naufal Rafif, menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas wisata alam pada musim liburan maupun akhir pekan memerlukan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan pendaki serta perlindungan kawasan hutan dari potensi gangguan keamanan dan kebakaran.
Menurutnya, pengelola basecamp memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap setiap pendaki, mulai dari proses registrasi, waktu keberangkatan, hingga kepastian waktu turun gunung.
“Setiap pendaki yang memasuki kawasan hutan harus terdata dengan baik dan dilakukan pemantauan secara berkala. Waktu naik dan turunnya pendaki harus diketahui oleh pengelola basecamp sehingga apabila terjadi kendala di lapangan dapat segera dilakukan langkah penanganan dan koordinasi,” ujar Naufal.
Ia juga menambahkan bahwa Perhutani terus mengingatkan para pendaki agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di kawasan hutan, menjaga kebersihan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak menyalakan api unggun di lokasi yang dilarang, serta memastikan tidak meninggalkan bara api yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Kesadaran para pendaki menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan. Edukasi mengenai pencegahan karhutla harus terus dilakukan karena sebagian besar kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas manusia,” tambahnya.
Sementara itu, pengelola Basecamp Pendakian Gunung Kembang via Lengkong, Alfian, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan wisata pendakian sekaligus meningkatkan keselamatan para pengunjung.
Menurutnya, pihak basecamp selama ini telah menerapkan sistem pendataan pendaki, briefing sebelum pendakian, serta pemantauan terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan pendaki guna meminimalkan risiko di lapangan.
“Kami berkomitmen melakukan pengawasan terhadap seluruh pendaki yang masuk melalui Basecamp Lengkong. Pendataan dan pemantauan waktu naik maupun turun menjadi bagian penting dari standar operasional kami demi keselamatan bersama,” jelas Alfian.
Di sisi lain, Ketua LMDH, Imron, menyampaikan bahwa keberadaan wisata pendakian Gunung Kembang via Lengkong telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar hutan.
Menurutnya, aktivitas wisata tersebut membuka berbagai peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, mulai dari jasa parkir kendaraan, porter pendakian, warung dan kios makanan, hingga penyediaan homestay bagi wisatawan.
“Wisata pendakian memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar hutan. Karena itu, kami bersama Perhutani dan pengelola basecamp memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan, keselamatan pendaki, serta kelestarian kawasan hutan agar manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” ungkap Imron.
Melalui kegiatan patroli dan pemantauan ini, Perhutani KPH Kedu Utara berharap sinergi antara Perhutani, pengelola wisata, LMDH, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan wisata alam yang aman, nyaman, serta tetap menjaga kelestarian hutan dari ancaman kebakaran maupun gangguan keamanan lainnya. (Kdu/Nurul)
Editor: Naya
Copyright © 2026
















Leave a Reply