Cegah Penyebaran Fusarium, Perhutani Kedu Selatan Lakukan Pemantauan Tanaman Pinus

Cegah Penyebaran Fusarium, Perhutani Kedu Selatan Lakukan Pemantauan Tanaman Pinus

KEDU SELATAN (24/08/2026) | Perum Perhutani KPH Kedu Selatan terus meningkatkan upaya pengendalian kesehatan tanaman melalui pemantauan dan pengecekan lapangan terhadap tegakan pinus yang terindikasi terkena penyakit Fusarium. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kepala Pengelolaan Hutan Wilayah II Yogyakarta, Dwi Eny Astuti, bersama Kasi Utama Bidang Perencanaan SDH Salatiga, Akhmad Marzuki, beserta jajaran, Kamis (20/8).

Tim melakukan pengecekan di dua lokasi wilayah kerja Perum Perhutani KPH Kedu Selatan, yakni RPH Somogede BKPH Karanganyar dan RPH Sumberejo BKPH Ngadisono. Kegiatan tersebut bertujuan mengetahui kondisi tanaman secara langsung, mengidentifikasi tingkat serangan penyakit, serta menentukan langkah penanganan yang tepat untuk menjaga produktivitas dan kesehatan tegakan pinus.

Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi Wakil Administratur KPH Kedu Selatan, Yudi Noviar, KSS Perencanaan, Panuju, dan KSS Tanaman, Danang Pardianto.

Di RPH Somogede BKPH Karanganyar, pengecekan dilakukan di Petak 62F-1 dan 62F-2. Tim turut didampingi Asisten Perhutani (Asper) Karanganyar, Kusdianto, serta Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Somogede, Kasidi.

Sementara itu, pengecekan di RPH Sumberejo BKPH Ngadisono dilakukan di Petak 66D. Dalam kegiatan tersebut, tim didampingi Asper Ngadisono, Titus Kurniawan, dan KRPH Sumberejo, Sudiyo.

Pemeriksaan lapangan dilakukan dengan mencermati kondisi tanaman, gejala penyakit yang muncul, serta kondisi lingkungan di sekitar tegakan. Hasil pengamatan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan dan pengendalian yang diperlukan.

Kepala Pengelolaan Hutan Wilayah II Yogyakarta, Dwi Eny Astuti, menekankan pentingnya pemantauan secara berkala sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan tanaman. Menurutnya, hasil pengecekan lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan tindakan teknis pengendalian penyakit Fusarium.

Sementara itu, perwakilan penyadap getah pinus, Sutrisno, menyampaikan bahwa pemantauan kondisi tanaman sangat membantu para penyadap dalam mengetahui kesehatan tegakan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap tanaman yang menunjukkan gejala penyakit.

“Kami sebagai penyadap siap membantu Perhutani dalam memantau kondisi tanaman di lapangan. Jika menemukan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit atau kondisi yang tidak normal, kami akan segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti. Kami berharap tanaman pinus tetap sehat sehingga kegiatan penyadapan dapat berjalan dengan baik dan kelestarian hutan tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Perum Perhutani KPH Kedu Selatan menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan hutan, meningkatkan kualitas pengelolaan tegakan pinus, serta memastikan keberlanjutan fungsi hutan melalui penerapan prinsip pengelolaan hutan yang lestari. (Kds/Bhs)

Editor: Baim
Copyright ©️ 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *