Hutan Lestari Petani Makmur: Perhutani Kebonharjo Edukasi Pola Pupuk Ramah Lingkungan

KEBONHARJO (15 /07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo terus berkomitmen memperkuat sinergi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos), Perhutani menggandeng Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale untuk menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai mekanisme pembelian serta pemanfaatan pupuk bersubsidi bagi petani hutan atau pesanggem di Pos Proliman, Petak 57, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tuder, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tuder, Rabu (15/07).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BKPH Tuder beserta jajaran, penyuluh pertanian Kecamatan Sale, pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Dharma Wana Raharja Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, serta puluhan petani hutan setempat.

Administratur KPH Kebonharjo melalui Kepala BKPH Tuder, Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan komsos tersebut merupakan langkah preventif sekaligus solutif agar para petani hutan memahami hak dan kewajiban mereka, terutama dalam mengakses sarana produksi pertanian yang mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Hutan yang lestari tidak terlepas dari kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Melalui sinergi dengan penyuluh pertanian, kami ingin memastikan para petani hutan di wilayah Kecamatan Sale mendapatkan informasi yang valid, transparan, dan tepat sasaran mengenai alokasi serta tata cara penebusan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Penyuluh Pertanian Kecamatan Sale, Luffa Ade Novitasari, menjelaskan mengenai ketentuan Kartu Tani, validasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), serta jenis pupuk yang mendapatkan alokasi subsidi.

“Edukasi ini sangat penting untuk mengantisipasi kesalahpahaman di lapangan sekaligus mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam distribusi pupuk bersubsidi,” kata Luffa.

Selain membahas teknis administrasi pembelian pupuk, penyuluh pertanian juga memberikan edukasi mengenai pola pemupukan yang berimbang dan ramah lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan prinsip kelestarian hutan yang diterapkan Perhutani, yakni menjaga produktivitas lahan agroforestri tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem hutan.

Pertemuan tersebut juga membuka ruang dialog interaktif. Para petani hutan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai kendala yang dihadapi selama musim tanam. Respons dan solusi yang diberikan oleh Perhutani bersama PPL Kecamatan Sale mendapat apresiasi dari pengurus LMDH yang hadir.

Melalui kegiatan komsos terintegrasi tersebut, Perhutani KPH Kebonharjo berharap hubungan harmonis antara Perhutani, instansi pertanian, LMDH, dan masyarakat desa hutan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kecamatan Sale. (Kbh/Ari)

Editor: Ulfa

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *