Kasi Utama Komper Tri Utdiono Tegaskan Kolaborasi Budaya Kunci Harmonisasi Warga Sekitar Hutan

SEMARANG (14/07/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah (Perhutani Divre Jateng) menerima kunjungan Paguyuban Sedulur Samin “Nunggal Roso” dalam rangka koordinasi persiapan penyelenggaraan Ruwat Agung Sedulur Sikep. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Perhutani Divre Jateng tersebut menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan membangun kesepahaman dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan budaya masyarakat Sedulur Sikep. Jumat, (03/07).

Koordinasi tersebut membahas berbagai aspek pelaksanaan Ruwat Agung Sedulur Sikep, mulai dari dukungan para pemangku kepentingan, kesiapan teknis kegiatan, hingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung. Selain itu, pertemuan juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Perhutani dengan masyarakat adat dalam mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah melalui Kepala Seksi Utama Komunikasi Perusahaan dan Pelaporan, Tri Utdiono, menyampaikan bahwa Perhutani menyambut baik koordinasi yang dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga kelestarian budaya yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan.

“Perhutani mengapresiasi kunjungan dan koordinasi yang dilakukan Paguyuban Sedulur Samin ‘Nunggal Roso’. Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama karena menjadi bagian dari identitas bangsa. Perhutani siap bersinergi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki agar pelaksanaan Ruwat Agung Sedulur Sikep dapat berlangsung dengan baik, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dan kawasan hutan,” ujar Tri.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Sedulur Sikep Samin Nunggal Roso, Sariyono, menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan Perhutani terhadap penyelenggaraan Ruwat Agung Sedulur Sikep.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah menerima kunjungan dan memberikan ruang untuk berkoordinasi. Dukungan serta sinergi yang terjalin menjadi semangat bagi kami untuk terus melestarikan tradisi Ruwat Agung Sedulur Sikep sebagai warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keharmonisan dengan alam,” ungkap Sariyono.

Melalui pertemuan tersebut, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pelestarian budaya lokal yang selaras dengan upaya menjaga kelestarian hutan serta memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar kawasan hutan. (DivJateng/Sgt)

Editor: Hening

Copyright © 2026

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *