PEKALONGAN TIMUR (01/07/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus meningkatkan produktivitas getah pinus. Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bawang Sugiarto turun langsung ke lapangan untuk memantau berbagai aktivitas penyadapan dan distribusi getah pinus bersama Ketua Kelompok Tani Sadap (KTS) Suritno, petugas lapangan, dan para penyadap.
Kehadiran jajaran Perhutani di lapangan merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan produksi getah pinus berjalan lancar, mulai dari proses penyadapan, pengumpulan hasil, penimbangan, hingga pengangkutan menuju lokasi pengolahan. Monitoring secara langsung juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hasil sadapan sekaligus memastikan target produksi dapat tercapai secara optimal.
Meskipun kegiatan dilakukan hingga di luar jam kerja, semangat para petugas lapangan tetap tinggi. Sugiarto mengatakan bahwa pengelolaan hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus, memerlukan perhatian yang berkelanjutan karena setiap tahapan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan produksi.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir di lapangan dan memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan dengan baik. Produktivitas getah pinus merupakan hasil kerja bersama sehingga koordinasi, pengawasan, dan komunikasi dengan para penyadap harus terus dilakukan tanpa mengenal waktu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiarto juga berdialog dengan para penyadap untuk mendengarkan secara langsung berbagai kondisi dan tantangan yang dihadapi selama proses penyadapan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat pembinaan kepada para mitra penyadap.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sadap Suritno menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani. Menurutnya, kehadiran jajaran BKPH Bawang di lapangan memberikan motivasi bagi para penyadap untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kualitas hasil sadapan.
“Pendampingan yang dilakukan secara langsung menjadi penyemangat bagi kami. Kami merasa diperhatikan dan didukung untuk terus meningkatkan hasil produksi dengan tetap mengutamakan kualitas serta kelestarian hutan,” ungkapnya.
Mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugiarto menegaskan bahwa keberhasilan produksi getah pinus merupakan hasil sinergi antara Perhutani, petugas lapangan, dan Kelompok Tani Sadap. Oleh karena itu, hubungan kemitraan yang harmonis akan terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif, pembinaan berkelanjutan, serta monitoring rutin di setiap wilayah kerja.
Selain menjaga produktivitas, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam membangun budaya kerja yang responsif, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan kepada mitra penyadap. Dengan monitoring yang dilakukan secara berkesinambungan, setiap potensi kendala dapat diidentifikasi lebih dini sehingga solusi dapat segera diterapkan tanpa mengganggu proses produksi.
Melalui dedikasi jajaran Perhutani dan semangat kebersamaan bersama Kelompok Tani Sadap, produktivitas getah pinus di wilayah BKPH Bawang diharapkan terus meningkat. Upaya tersebut menjadi wujud komitmen Perhutani dalam mengoptimalkan pengelolaan hasil hutan bukan kayu secara profesional, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan sekaligus mendukung pencapaian target perusahaan. (Pkt/Ran)
Editor: Hening
Copyright © 2026













Leave a Reply