PEKALONGAN BARAT (24-07-2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat melalui jajaran Polisi Hutan (Polhut) melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan produksi hasil hutan bukan kayu (HHBK) berupa getah pinus di Tempat Penampungan Getah (TPG) Bantarkawung, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambakserang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bantarkawung, Kabupaten Brebes, pada Kamis (23/07). Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan diskusi bersama para penyadap sebagai upaya mendukung pencapaian target produksi getah pinus.
Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyadapan, pengumpulan, hingga penyetoran getah pinus berjalan sesuai standar operasional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi para penyadap di lapangan serta menjaga kualitas hasil sadapan agar produktivitas dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Administratur KPH Pekalongan Barat melalui Anggota Polhut, Anwar Hidayat, menyampaikan bahwa monitoring lapangan merupakan langkah strategis dalam mengawal pencapaian target produksi getah pinus sekaligus memberikan pembinaan kepada para mandor dan penyadap agar senantiasa menerapkan teknik penyadapan yang baik, aman, dan sesuai ketentuan.
“Monitoring ini merupakan bentuk dukungan Perhutani kepada para penyadap agar produksi getah pinus tetap optimal. Selain mengevaluasi hasil produksi, kami juga memastikan kualitas sadapan tetap terjaga sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang maksimal. Melalui pendampingan ini, kami berharap produktivitas penyadap terus meningkat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kelestarian tegakan pinus,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap kondisi pohon sadap, kebersihan bidang sadap, kualitas getah yang terkumpul di TPG, serta kedisiplinan penyetoran hasil sadapan. Selain itu, dilakukan dialog bersama para penyadap untuk menyerap masukan sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan.
Sementara itu, perwakilan penyadap TPG Bantarkawung, Wasro, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Perhutani.
“Kegiatan monitoring seperti ini sangat bermanfaat bagi kami karena memberikan motivasi sekaligus menambah pemahaman mengenai teknik penyadapan yang benar. Dengan adanya pendampingan dari Perhutani, kami berharap kualitas dan hasil produksi getah pinus dapat terus meningkat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring yang dilaksanakan secara rutin, Perhutani KPH Pekalongan Barat berharap sinergi antara petugas lapangan dan para mitra penyadap semakin erat dalam mendukung keberhasilan produksi getah pinus. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Perhutani untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif, lestari, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. (Pkb/Sgy)
Editor: Hening
Copyright © 2026













Leave a Reply