SEMARANG, FORESTJATENG (31/08/2026) | Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah (Perhutani Divre Jateng) menerima audiensi Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam (ARuPA) dalam rangka membahas program SOLUSI, khususnya rencana pengelolaan Ekosistem Karst Gombong Selatan seluas 10.100 hektare secara berkelanjutan pada, Jumat (28/08).
Audiensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan perkembangan dan rencana program SOLUSI yang dilaksanakan KEHATI-ARuPA, sekaligus mendapatkan data dan informasi terkait pengelolaan bentang alam Karst Gombong Selatan oleh Perhutani. Pertemuan ini juga diharapkan dapat memperkuat dukungan dan sinergi dalam upaya pelestarian ekosistem Karst Gombong Selatan.
Wakil Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, A Fajar Agung Susetyo, menyampaikan bahwa Perhutani terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Audiensi ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi antara Perhutani dan ARuPA. Kami berharap komunikasi dan kolaborasi yang terbangun dapat memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian Ekosistem Karst Gombong Selatan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan,” ujar A Fajar.
Perwakilan ARuPA, Agus Budi Purwanto, menyampaikan bahwa audiensi dilakukan untuk memperkenalkan perkembangan program SOLUSI sekaligus membangun komunikasi dengan Perhutani terkait pengelolaan kawasan Karst Gombong Selatan.
“Kami berharap melalui audiensi ini dapat terbangun sinergi yang baik dengan Perhutani. Pengelolaan kawasan Karst Gombong Selatan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, sehingga dukungan dan komunikasi dengan Perhutani menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Budi.
Dalam program SOLUSI, ARuPA mendorong sejumlah kegiatan, di antaranya rehabilitasi lahan, peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekowisata, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Program tersebut mencakup wilayah di Kabupaten Banyumas, Kebumen, dan Cilacap.
Untuk pengelolaan Karst Gombong Selatan, program yang direncanakan meliputi penyusunan dokumen rencana pengelolaan, rehabilitasi lahan kritis dengan pendekatan agroforestri, penanaman 2.000 bibit pohon dan MPTS, pengembangan ekowisata, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan ekosistem karst.
Melalui audiensi tersebut, Perhutani dan ARuPA diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antar pihak menjadi langkah penting untuk mendukung pengelolaan Ekosistem Karst Gombong Selatan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan. (Kom-FJ/Jtg/Mgo)
Editor: Mrs
Copyright © 2026
















Leave a Reply